Puluhan Anak Terima Komuni, Agustinus Gereda Tukan: Dua Minggu Pembinaan

Puluhan Anak Terima Komuni, Agustinus Gereda Tukan: Dua Minggu Pembinaan

Pastor Pius Manu, Pr sedang foto bersama puluhan anak-anak setelah menerima komuni pertama | LKF

Metro Merauke – Setelah kurang lebih dua minggu mengikuti pembinaan oleh seksi katekese dan liturgi, akhirnya 29 anak di Gereja St. Mikael Kuda Mati (stasi mandiri)  menerima komuni pertama dari Pastor Pius Manu, Pr.

Pantauan Metro Merauke Minggu (4/8), prosesi perarakan dilakukan  dari depan gereja sambil membawa lilin yang telah dibakar. Anak-anak didampingi orangtuanya masing-masing.

Koordinator Seksi Liturgi Gereja St. Mikael Kuda Mati-Merauke, Agustinus Gereda Tukan mengatakan, sebanyak 29 anak menerima komuni pertama. Sebelum mereka menerima Tubuh Kristus, selama dua minggu mengikuti pembinaan yang berlangsung di gereja. Sedangkan materi dari Keuskupan Agung Merauke.

“Memang pembinaan tak dilakukan di sekolah. Karena di Kuda Mati belum ada sekolah. Meskipun mereka  dari sejumlah sekolah berbeda, tetapi menerima komuni di Gereja St. Mikael,” ungkapnya.

Sementara Pastor Pius Manu, Pr dalam khotbanya mengungkapkan  betapa pentingnya ekaristi kudus. “Bagi kita orang Katolik, tanpa ekaristi dalam suatu perayaan, bukan saja kurang tetapi tidak lengkap,” ungkapnya.

Hari ini, menurut pastor, anak-anak menerima ekaristi kudus. “Saya bersyukur kepada keluarga dan dewan serta pembina yang telah menyiapkan anak anak menerima ekaristi kudus. Dengan demikian mereka menjadi umat beriman. Lalu masuk menjadi orang dewasa,” katanya.

Dalam Gereja Katolik, jelasnya, terdapat tujuh sakramen. Salah satunya adalah sakramen komuni kudus. “Kalian patut berbangga menerima Yesus dalam tubuh dan Yesus juga menerima kalian. Jadi kalian menjadi bagian dari Yesus dalam hidup,” ujarnya.

“Saya berpesan, setelah pulang dan bergembira di rumah, ada tanggungjawab yang harus dijalankan. Dimana kalian membantu orangtua. Karena Tuhan Yesus ada di dalam jiwa,” katanya.

Selain itu, pintanya, harus rajin belajar dan rutin ke sekolah. Sehingga apa yang menjadi cita-cita, dapat tercapai kelak nanti. (LKF)