Intelektual Marind Soroti Ketua DPC PDI-P Merauke

Intelektual Marind Soroti Ketua DPC PDI-P Merauke

Salah seorang Intelektual Marind, Harry Ndiken | LKF

Metro Merauke – Tokoh Intelektual Marind, Harry Ndiken kembali blak-blakan menyoroti posisi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan, Merauke, Papua, Heribertus Silubun. Heribertus sebelumnya menyatakan diri maju dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merauke 2020, usai memperoleh dukungan seluruh Pengurus Anak Cabang PDIP Merauke.

“Kenapa dia (Heribertus Silubun) mencalonkan diri. Memang regulasi belum ada. Tetapi otonomi khusus dan hak kesulungan harus dihargai,” tegas Harry melalui sambungan telepon, Sabtu (3/8).

Menurut dia, benar bahwa para pendahulu dan pengajar (di masa lalu), telah merintis dan mendidik Orang Marind mengerti tentang agama, etika dan lain-lain. Namun, untuk kontestasi Pilkada, selayaknya tetap oleh Orang Marind.

“Orang Marind tak mungkin mencalonkan diri menjadi bupati maupun anggota DPRD (ke daerah lain). Sudahlah, jabatan DPRD Merauke telah diambil. Jadi, untuk pertarungan Pilkada, berikan kesempatan kepada orang Marind,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Harry Ndiken juga mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) khusus Orang Marind agar menahan diri dahulu, tak mencalonkan diri dalam Pilkada.

“Jabatan bupati menggiurkan. Tetapi jangan menggiurkan lalu mengorbankan masa depan,” katanya.

“Ya, siapa saja mempunyai hak maju, karena jabatan bupati adalah jabatan politis. Namun, kasihan kalau harus menanggalkan status sebagai ASN,” sambungnya.

Dikatakan, ketika kalah dalam momentum pilkada, tak mungkin lagi kembali dan berkarier sebagai ASN. Tetapi akan menjadi ‘pengangguran terhormat’. “Jadi, saran saya, ASN anak Marind yang masih muda, sebaiknya bersabar. Masih ada kesempatan,” tukasnya.

Dia meminta anak muda Marind terus bekerja untuk masyarakat asli Papua di kampung-kampung. Apalagi perbandingan ASN OAP dan non Papua selisihnya sangat jauh. (LKF)

  1. Pernyataan ini betul2 perlu di dukung oleh siapapun orgny di negri ini… hargailah hak kesulungan Malind jgn krn dlm uu otsus ada poin yg mngakomodir bahwa Oap itu jg trmasuk org yg diakui secara adat mk mmnfaatkan itu utk mngambil hak kesulungan org Malind

    Balas