Tersangka Kasus Pembunuhan Nahkoda Kapal MJB Peragakan 21 Agedan

Tersangka Kasus Pembunuhan Nahkoda Kapal MJB Peragakan 21 Agedan

Rekostruksi kasus pembuhunan nahkoda KMN Maju Jaya Baru yang digelar di Pantai Lampu Satu mendapat pengawalan aparat kepolisian

Metro Merauke – Kepolisian Resor Merauke menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan nahkoda KMN Maju Jaya Baru yang dilakukan salah satu ABKnya pada 2 Juli lalu.

Dalam rekonstruksi, tersangka RW, memperagakan 21 agedan hingga menghabisi sang nahkoda, Dayanto hingga tewas.

Baca juga: Tak Terima Ditegur, ABK ‘Habisi’ Nahkoda Kapal Maju Jaya Baru

“Dalam rekonstruksi diadegan ke 18 itulah tersangka membacok korban sebanyak tiga kali dan mendorong korban ke laut. Setelah itu, tersangka ikut melompat dan berenang melarikan diri ke daratan. Kemudian korban diselamatkan AKB lainnya,” ujar Kasatpolair, AKP Micha Potty Toding disela-sela rekonstruksi, Rabu pagi (31/7).

Diketahui, kasus ini terjadi bermula setelah nahkoda menegur pelaku dan tersangka merasa sakit hati.

Baca juga: Pembunuhan Nahkoda Kapal Maju Jaya Baru, Kapolres: Pelaku diburu, tujuh saksi dimintai keterangan

“Terungkap tersangka minta diturunkan di Wanam, hanya saja nahkoda mengaku kapalnya tengah kandas kemudian mengarahkan tersangka untuk melompat saja karena sudah berada di dekat daratan Tabonji.”

Dengan dilatarbelakangi rasa sakit hati itulah, lanjut Kasatpolair, secara spontan pelaku langsung melakukan perbuatannya. Pelaku sendiri baru berhasil ditangkap aparat pada 19 Juli saat berada di Heramoro.

Baca juga: Dari CCTV Kapal MJB, Keluarga Korban Duga Pembunuhan Nahkoda Direncanakan

“Kita simpulkan pelaku dalam peristiwa itu hanya satu orang dan kejadian itu tidak terencana atau terjadi secara spontan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 338 KUHP subsider 351 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara. (Nuryani)