Telan Dana Rp 222 Miliar, Gedung Megah DPR Papua Siap Difungsikan

Telan Dana Rp 222 Miliar, Gedung Megah DPR Papua Siap Difungsikan

Gedung baru DPR Papua berlantai XIV yang dibangun di samping gedung lama DPR Papua

Metro Merauke – Gedung baru DPR Papua berlantai 14 yang dibangun di samping gedung lama, dan pengerjaannnya dimulai sejak 21 Juli 2016 kini telah rampung dan siap difungsikan.

Gubernur Papua, Lukas Enembe dijadwalkan meresmikan gedung megah yang pembangunananya menelan anggaran APBD Provinsi Papua senilai Rp 222 miliar, 648 juta lebih itu, Kamis (01/08).

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua, Dr. Juliana J Waromi, SE, M.Si mengatakan, peresmian gedung baru DPR Papua akan dilakukan bersamaan dengan peresmian mess DPR Papua dan ring road di Kota Jayapura.

Menurutnya, di lantai I gedung yang dilengkapi helipad (pendaratan helikopter) ini terdapat ruang lobi, kantin, dan ruang pers. Di lantai II dan lantai III terdapa ruang rapat dewan, di antaranya ruang rapat Badan Anggaran (Banggar), ruang rapat Badan Legislasi (Baleg) atau Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), ruang rapat Badan Musyawarah (Banmus), dan ruang Badan Kehormatan (BK).

Sementara lantai IV-VIII merupakan ruang komisi-komisi DPR Papua. Setiap anggota DPR Papua akan memiliki ruang kerja tersendiri. Di lantai IX merupakan ruang ketua DPR Papua dan ruangan VIP, lantai X ruangan wakil ketua DPR Papua, lantai XI dan XII ruang setiap fraksi di dewan, lantai XIII digunakan sebagai ruang santai serta fasilitas olahraga, dan lantai XIV terdapat ruang merokok, dan atap gedung merupakan pendaratan helikopter atau helipad.

“Gedung ini dilengkapi dua lift. Satu lift untuk umum dan satu lainnya khusus anggota dewan. Kami akan menyiapkan kartu kunjungan untuk masyarakat yang ingin bertemu anggota dewan. Namun sebelum bertemu anggota dewan, terlebih dahulu masyarakat mesti menunjukkan KTP-nya,” kata Dr. Juliana J Waromi, SE, M.Si, Kamis petang (31/07).

Katanya, pembangunan gedung baru DPR Papua merupakan ide para pimpinan dewan terdahulu. Ide itu muncul karena kondisi ruang kerja DPR Papua tidak memungkinkan lagi untuk jumlah anggota dewan yang ada kini.

Pada periode sebelumnya, jumlah anggota DPR Papua sebanyak 44 orang, dan periode kini meningkat menjadi 55 orang di tambah 14 anggota dewan melalui mekanisme penangkatan jumlahnya menjadi  69 orang.

“Saya berinisiatif menjawab semua itu, sehingga pada 2016 dilakukan peletakan batu pertama pembagunan gedung baru DPR Papua,” ujarnya.

Ia berharap, pembangunan gedung megah tersebut diimbangi kenerja maksimal para anggota dewan. Sebagai Sekwan DPR Papua lanjutnya, ia hanya memfasilitasi pembangunan gedung.

“Ini kembali lagi kepada rakyat. mereka yang menilai (kinerja anggota dewan). Gedung ini sudah selesai, ke depan kinerja dewan mesti maksimal. Jangan turun ke masyarakat, namun aspirasi yang masuk tidak diakomodir lewat perda yang lebih menyentuh masyarakat,” ucapnya.

Meski gedung baru DPR Papua kini siap difungsikan, namun beberapa fasilitas penunjang gedung kini dalam proses pengerjaan. Salah satunya area parkir berlantai dua yang dapat menampung hingga 500 kendaraan roda empat.

Area parkir yang dibangun di bagian belakang gedung DPR Papua dengan penanggaran terpisah ini, diperkirakan rampung pada 2020 mendatang. Tahun ini pembangunan area parkir dianggarkan dalam APBD Provinsi Papua senilai Rp 11 miliar.

“Mungkin tahun depan baru selesai. Area parkir ini dapat digunakan ketika ada kegiatan di tengah Kota Jayapura untuk menghindari kemacetan. Misalnya jika kegiatan dipusatkan di Taman Imbi, yang tepat berhadapan dengan gedung DPR Papua,” katanya. (Arjuna/Redaksi)