Ketua Suku Kimahima Bersama Belasan Masyarakat datangi Kantor DPD II Golkar Merauke

Ketua Suku Kimahima Bersama Belasan Masyarakat datangi Kantor DPD II Golkar Merauke

Masyarakat suku Kimahima saat berada di Kantor DPD II Partai Golkar Merauke | LKF

Metro Merauke – Ketua Suku Kimahima, Petrus Yamaka bersama belasan masyarakat dari Pulau Kimaam, mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kabupaten Merauke.

Pantauan Metro Merauke Kamis (25/7), kedatangan mereka diterima Ketua DPD II Golkar Merauke, Herman Anitoe Basik-Basik bersama sejumlah pengurus. Sebelum dialog, dilakukan penyerahan surat permohonan, sehubungan  permintaan masyarakat agar Dominikus Ulukyanan ditunjuk sebagai Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke.

Dalam surat itu dijelaskan,  pada tahun 2004, tak ada calon legislatif dikenal. Sehingga semua kader maupun simpatisan , memilih caleg lain.  Sehingga Partai Golkar tak memiliki keterwakilan di legislatif waktu itu.

Selanjutnya, tulis masyarakat, tahun 2009 dengan hadirnya Dominikus Ulukyanan sebagai caleg, semua kader dan simpatisan Partai Golkar  kembali merapatkan barisan. Sehingga saat itu, terdapat dua orang  lolos ke Brawijaya.

“Ketika Bapak Dominikus Ulukyanan di DPRD Merauke, kami merasakan betul usaha dan perjuangannya memperhatikan masyarakat kecil termasuk orang dari Kimaam,” tegas Yamaka.

Lima tahun kemudian, katanya, pada 2014  Dominikus tak dicalonkan lagi oleh Partai Golkar. “Kami sempat meminta agar beliau pindah ke partai lain. Tetapi ia menolak dan tetap menjadi kader Golkar,” ujarnya.

Dikatakan, tahun 2019, beliau mencalonkan diri lagi dan akhirnya masyarakat memilihnya dan kini siap  dilantik menjadi anggota DPRD Merauke.

“Kami datang kesini, selain menyerahkan surat secara resmi kepada Ketua DPD II Partai Golkar Merauke, Herman Anitoe Basik-Basik, juga melakukan dialog meminta agar Bapak Dominikus Ulukyanan ditunjuk sebagai Wakil Ketua II DPRD Merauke,” pintanya.

Yamaka mengaku, Dominikus Ulukyanan dipilih langsung oleh 99 persen orang asli Papua. Lalu beliau memiliki garis keturunan berdarah campuran dengan orang Papua. “Sejak lahir hingga dewasa dan menjadi guru, selalu bersama kami di Pulau Kimaam,” ungkapnya.

Ditambahkan, dalam pemilu kemarin, masyarakat mendengar begitu banyak orang melakukan transaksi jual beli suara. Namun khusus Dominikus Ulukyanan, orang Papua benar-benar memberikan suara tanpa meminta imbalan apapun.

“Kehadiran kami disini tak bermaksud mencampuri urusan partai, namun Partai Golkar dengan semboyan bahwa suara rakyat adalah suara Golkar, maka kami berharap  apa yang disuarakan ini sekiranya didengar dan ditindaklanjuti di setiap tingkatan,” pintanya. (LKF)