Keluarga Pertanyakan Gugurnya Prajurit TNI yang Ditembak di Nduga

Keluarga Pertanyakan Gugurnya Prajurit TNI yang Ditembak di Nduga

Anggota DPR Papua perwakilan dari Kabupaten Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang, Natan Pahabol

Metro Merauke – Keluarga Prajurit Dua atau Prada Usman Hembelo mempertanyakan kepastian penyebab gugurnya prajurit TNI itu dalam penyerangan oleh kelompok bersenjata di Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu (20/07) siang.

Anggota DPR Papua perwakilan dari Kabupaten Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang, Natan Pahabol mengatakan anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Yonif 755/Yalet yang gugur tersebut berasal dari Distrik Ubahak, Kabupaten Yahukimo.

Keluarga korban menyampaikan aspirasi terkait kematian Prada Usmab Hembelo kepadanya pada Senin (22/07).

“Keluarga merasa tidak puas dengan alasan penyebab gugurnya korban yang dikatakan karena ditembak KKB,” kata Natan Pahabol, Senin (22/07).

Menurut Natan, pihak keluarga berpendapat jika ada beberapa prajurit TNI di lokasi kejadian, mengapa hanya Usman Hembelo yang tertembak. Prajurit TNI lainnya tak ada yang terluka.
Katanya, keluarga tidak puas dengan alasan itu.

Selain itu keluarga mempertanyakan mengapa Usman Hembelo yang baru selesai pendidikan sekitar 2017/2018, langsung ditugaskan di daerah rawan. Padahal ia belum memiliki pengalaman yang cukup.

“Pihak Kodam Cenderawasih menyatakan korban ditembak KKB dari atas bukti. Kalau memang ditembak, mengapa rekan korban tidak mengejar pelaku penembakan. TNI dan KKB mesti memastikan siapa yang bertanggung jawab. Keluarga mempertanyakan siapa KKB ini,” ujarnya.

Natan berharap, penembakan di wilayah pegunungan Papua tidak terjadi lagi. Ia tidak ingin terkesan akan kepentingan untuk mendapat sesuatu di balik aksi itu.

“Kami harap setop dengan tembak menembak dan disebut pelaku adalah KKB, pelaku harus jelas siapa,” ucapnya.

Prada Usman Hembelo gugur setelah tertembak di bagian pinggang kanannya dalam penyerangan oleh kelompok bersenjata atau oleh aparat keamanan disebut kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam rilis persnya kepada sejumlah media, Sabtu (20/07) mengatakan penyerangan terhadap para prajurit TNI terjadi sekitar jam 12.45 WIT pada 20 Juli 2019.

Para prajurit TNI diserang saat sedang beristirahat untuk makan dan salat di Kamp PT PP. Kamp itu kini menjadi pos Satgas pengamanan proyek jalan Trans Papua.

“Anggota Satgas Pamrahwan tiba-tiba diberondong tembakan dari arah ketinggian sekitar 300 meter. Pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah empat hingga lima orang. Mereka bersembunyi di balik semak belukar,” kata Kolonel Inf M. Aidi, Sabtu (20/07).

Anggota Satgas Pamrahwan menurutnya, langsung membalas tembakan dan berusaha mengejar pelaku penyerangan. Baku tembak kedua pihak tidak terelakkan, namun tak berlangsung lama karena setelah menyerang, KKB langsung kabur.

Anggota Satgas Pamrahwan tidak bisa melakukan pengejaran lebih jauh. Salah satu pertimbangannya adalah faktor keamanan, semak belukar yang menutupi medan, juga banyak jurang curam di daerah itu.

“Pelaku penyerangan diduga KKSB pimpinan Egianus Kogoya. Mereka memang tidak menginginkan proyek pembangunan Jalan Trans Papua ini,” ucapnya.

Prada Usman Hembelo sempat mendapat perawatan tim medis. Pascakejadian, rekan korban kemudian melaporkan ke satuan atas dan meminta bantuan evakuasi.

Namun upaya mengevakuasi korban terhambat kondisi cuaca. Hujan lebat menyebabkan helikopter yang menjadi satu-satunya sarana angkutan kesulitan mencapai lokasi kejadian.

Korban kemudian menghembuskan nafas terakhir sekitar jam 14.10 WIT, sebagai pahlawan pembangunan. (Arjuna)

4 komentar (Terima kasih atas komentar Anda)

    1. Pelaku bukan TPNPB namun pelaku Adalah TNI, karena tempat disana dibawa pimpinan siapa Egianus kagoya bukan tinggal daerah disana, TNI jangan menipulasi kornologis ini terhadap keluarganya.

      Balas
  1. Tdk Ada namanya KKSB ttp yg Ada TPNPB. (West Papua National Liberation Army ) WPNLA. Mereka bukan separatis, bukan KKB juga. Siapa pelaku dan koorban? Tolong pahami:

    TNI. : pelaku (57) tahun
    TPNPB : koorban (57) tahun

    Sedang disilumani Oleh TNI terhadap Papua. Salah satu contoh adlh Baru diangkat TNI ditugaskan ditempat rawan. Benar DIA Anak Gunung ttp dalam Hal pelatiohan pertahanan negara belum siapa dn TNI bermaksud Ada dibalik perintah. Tahukah Anda rahasia apa itu?

    Balas