Sengketa Tanah 2 Sekolah, Dinas Pendidikan Klaim Punya Bukti Atas Tanah

Sengketa Tanah 2 Sekolah, Dinas Pendidikan Klaim Punya Bukti Atas Tanah

Foto Doc.

Metro Merauke – Meski palang sekolah telah dibuka, sengketa atas tanah berdirinya dua gedung sekolah luar biasa (SMPLB dan SMALB) Merauke, Papua belum berujung. Masing-masing pihak dari Samirudin dan Dinas Pendidikan mengklaim memiliki bukti kuat atas kepemilikan tanah tersebut.

Hingga akhirnya, pihak dari Samirudin, pemilik tanah, telah bulat guna menyeriusi permasalahan ini hingga tuntas lewat jalur semestinya, yakni pengadilan.

Baca juga: Akhirnya Palang SMPLB dan SMALB Merauke Dibuka

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Thiasony Betaubun menilai ranah hukum dinilai tepat agar dapat membuktikan kepemilikan atas tanah yang diklaim tersebut.

“Supaya mendapatkan kepastian hukum dan kita memiliki bukti,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/7).

Berdasar surat pelepasan yang dilakukan sejak 1980, dirinya menyebut dokumen yang dikantongi Dinas Pendidikan memiliki bukti kuat bagi pihaknya dan memperjelas status kepemilikan atas tanah.

“Tanah tersebut milik Dinas Pendidikan, luasnya 5 hektar. Ada surat pelepasan tahun 1980, sedangkan yang di mereka pelepasan tahun 1988,”katanya.

Sehingga pada saat ini muncul persoalan adanya pihak lain yang mengklaim kemudian menuntut ganti rugi, Dinas Pendidikan tidak bersedia membayarnya.

“Kenapa kepala dinas yang lama tidak mau bayar, karena tidak mungkin akan dibayarkan  lagi. Saya sudah mendapatkan buktinya sehingga bisa jelaskan,”tandas Betaubun. (Nuryani)