Diduga Tersandung Hukum, A Rapamy: Kepala Kampung Umanderu dalam Proses Dinonaktifkan

Diduga Tersandung Hukum, A Rapamy: Kepala Kampung Umanderu dalam Proses Dinonaktifkan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Papua, Albert Rapamy

Metro Merauke – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Papua, Albert Rapamy menyebut, Kepala Kampung Umanderu, Distrik Kimaam saat ini dalam proses untuk dinonaktifkan.

Pasalnya, oknum kepala kampung dimaksud saat ini tengah dalam penyidikan polisi terkait penggunaan alokasi dana kampung 2017.

Lebih jauh Rapami mengatakan, dari hasil evaluasi, pihaknya menemukan adanya sejumlah kampung di Kabupaten Merauke yang bermasalah. Dimana, lanjutnya, diketahui di kampung tersebut sama sekali tidak terlihat adanya pembangunan di lapangan dari pemanfaatan dana kampung yang telah direncanakan sebelumnya.

“Yang baru ditemukan ada beberapa kampung, jumlahnya dibawah 10 kampung. Dan 1 kampung sudah masuk ranah penyelidikan di kepolisian. Kepala Kampung Umanderu, Distrik Kimaam, terkait alokasi dana tahun 2017 lalu, pemanfaatanya tidak terlihat nyata di lapangan,” terangnya kepada wartawan, Senin (1/7).

Menurutnya, pemerintah akan melakukan langkah tegas terhadap setiap aparat kampung yang ditemukan bermasalah. “Kepala Kampungnya akan dinonaktifkan, kemudian kepala distrik akan menunjuk pelaksana tugas (Plt),” katanya.

Dikatakannya, di tahun 2019 ini Pemkab Merauke telah mengalokasikan dana kampung sebanyak Rp130 miliar yang bersumber dari APBD.

“Paling rendah satu kampung menerima dana Rp500 juta dan tertinggi mencapai Rp1 miliar lebih,” tukasnya. (Nuryani)