Usulan Pergantian Nama Stadion Papua Bangkit Disampaikan ke Presiden

Usulan Pergantian Nama Stadion Papua Bangkit Disampaikan ke Presiden

Yonas Nusy (kiri/kemeja putih) saat bertemu staf khusus presiden, Lenis Kogoya (kanan)

Metro Merauke – Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Yonas Nusy menyatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Presiden Jokow Widodo atau Jokowi terkait usulan pergantian nama stadion utama PON XX di Papua pada 2020 mendatang.

Penyampaian usulan pergantian nama Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe itu disampaikan kepada Presiden Jokowi, melalui Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya dalam pertemuan kedua pihak di ruang Komisi I DPR Papua, Selasa (25/06).

“Kami menyampaikan kepada staf khusus agar menyampaikan kepada presiden bahwa pergantian nama Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe merupakan aspirasi rakyat Papua. Telah dibacakan dalam sidang paripurna DPR Papua, awal tahun ini,” kata Yonas Nusy, Kamis (27/06).

Usulan pergantian nama Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe menurutnya, merupakan bentuk penghormatan kepada Gubernur Papua tersebut yang telah memperjuangkan Papua sebagai tuan rumah PON. Mengupayakan pembangunan Stadion Utama PON di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura yang kapasitanya setara dengan Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Selain itu, selama periode pertama kepemimpinannya, Lukas Eneme juga menyulap Gedung Negara (rumah kediaman gubernur) di Dok V atas Kota Jayapura sebagai gedung termegah.

“Ada beberapa catatan penting lainnya yang dilakukan gubernur Papua. Ini hal besar dalam sejarah orang Papua. Dari gubernur ke gubernur, hanya Lukas Enembe yang berani merenovasi gedung negara dan ini menjadi kebanggaan kita,” ujarnya.

Kata Nusy bicara PON bukan hanya masalah prestasi, tapi bagaimana Papua mampu melaksanakan even olahraga nasional empat tahunan itu. Meyakinkan pemerintah pusat untuk menggelar PON bukan hal gampang. Dibutuhkan keberanian seorang pemimpin.

“Kami menghormati keberanian pak gubernur yang menghilangkan stigma ketertinggalan untuk orang Papua, dengan mempersiapkan pembangunan penunjang pelaksanaan PON di Papua,” ucapnya. (Arjuna)