Sidang Perdana Pidana Pemilu Tanpa Dihadiri Terdakwa

Sidang Perdana Pidana Pemilu Tanpa Dihadiri Terdakwa

Suasana sidang perdana pidana pemilu di ruang sidang Pengadilan Negeri Merauke

Metro Merauke – Bupati Merauke, FG yang menjadi terdakwa perkara tindak pidana pemilu tidak hadir dalam sidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Merauke yang digelar, Rabu (12/06).

Sidang perdana beragendakan pembacaan surat dakwaan itu mulai berlangsung pukul 10.00 WIT dipimpin Ketua Majelis Hakim, Orpa Martini SH, didampingi anggota 1 Natalia Maharani, SH M.Hum dan anggota 2 Rizky Yanuar SH,MH.

Secara bergantian Jaksa Penuntut UmumA (JPU), Vallerianus Sawaki SH, Pieter Louw SH, Leily Sriwidianti SH dan Sebastian Puruhita Handoko SH, membacakan dakwaan.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Bupati Merauke Bergulir ke Pengadilan Negeri

Dalam dakwaanya, terdakwa sebelumnya pada Sabtu (6/4) lalu menggelar jumpa pers menyatakan imbauannya supaya Steven Abraham (Caleg DPR RI)  tidak lagi bisa dipilih oleh masyarakat pada Pemilu Legislatif 2019.

Dalam perkara tersebut, terdakwa disangkakan dengan Pasal 547 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang tindak pidana pemilu.

Humas Pengadilan Negeri Merauke, Rizky Yanuar SH, MH menjelaskan, sidang akan kembali dilanjutkan Kamis (13/6) dengan agenda mendengarkan eksepsi atau keberatan atas dakwaan dari pihak terdakwa.

Namun. Lanjutnya, bila pada sidang lanjutan esok masih belum ada keberatan dari pihak terdakwa, maka agenda sidang akan dilanjutkan dengan pembuktian.

“Dalam persidangan hari ini karena tidak ada pihak terdakwa dan penasehat hukum, sidang dilanjutkan beso]k pagi untuk mendengarkan eksepsi,” katanya.

Ditambahkan, sesuai ketentuan, sidang perkara pelanggaran pemilu telah dibatasi waktu persidangan maksimal 7 hari. “Sehingga kami perlu maksimalkan waktu sidang,” ujarnya. (redaksi)