Empat Jaksa ditunjuk Jadi JPU Dalam Sidang Kasus Bupati Merauke di Pengadilan

Empat Jaksa ditunjuk Jadi JPU Dalam Sidang Kasus Bupati Merauke di Pengadilan

Kasi Intelijen Kejari Merauke, Valerino, SH berikan keterangan pers | LKF

Metro Merauke – Kepala Seksi (Kasi) Intelijen  Kejaksaan Negeri Merauke, Valerinus, SH mengungkapkan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat, telah memberikan delegasi kepada empat jaksa untuk nantinya menjadi jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang  kasus pelanggaran pemilu oleh tersangka Bupati Merauke, FG.

“Bisa saja Pak Kajari Merauke, Lukas Sinuraya hadir sekaligus sebagai JPU dan duduk bersama jaksa lain menyidangkan perkara FG,” ungkap Valerinus kepada sejumlah wartawan Rabu (29/5).

Baca juga: Dinyatakan Lengkap, Penyerahan berkas ke Kejari Merauke Tanpa Kehadiran Tersangka FG

Ditanya kapan penyusunan dakwaan dilakukan, Valerinus mengaku, sesegera mungkin. Karena batas waktu yang diberikan sesuai aturan pemilu, hanya lima hari kerja.

Lebih lanjut dikatakan, kemarin sekitar puku 14.00 WIT, pihaknya telah menerima BAP bersama barang bukti bersama tersangka FG. “Memang proses penyerahan tanpa kehadiran FG,” ungkapnya.

Dijelaskan, setelah berkas diterima, akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Merauke. Sesuai rencana, pelimpahan ke pengadilan tanggal 11 Juni 2019. Saat pelimpahan, tersangka FG tak wajib hadir. Begitu juga dalam ruangan persidangan. Tetapi upaya pemanggilan kepada FG tetap dilakukan sesuai aturan.

Baca juga: Bupati Merauke Ditetapkan Tersangka, Sejumlah Wartawan Jadi Saksi

Perkara dimaksud, menurutnya, telah melalui Gakumdu dan di-asesmen. Karena disitu terdapat polisi, jaksa serta Komisioner Bawaslu. Lalu  sudah memenuhi syarat formil dan materil. Sehingga layak diteruskan untuk disidangkan.

Disinggung tentang saksi, Valerinus mengaku, wajib hadir. Bahkan, tak menutup kemungkinan, sejumlah orang di luar berkas, dapat dilakukan pemanggilan ketika dalam persidangan buktinya kurang.

“Kan ada 10 orang jurnalis  hadir saat mengikuti jumpa pers bersama tersangka FG. Jadi tak menutup kemungkinan dihadirkan semuanya, setelah ada permintaan kepada majelis hakim,” ujarnya. (Nuryani/LKF)