Empat Warga Tewas Tertembak, Tim Investigasi Gabungan Dikirim ke Asmat

Empat Warga Tewas Tertembak, Tim Investigasi Gabungan Dikirim ke Asmat

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yakobus Marzuki

Metro Merauke – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Jenderal Polisi Yakobus Marzuki menyatakan tim investigasi gabungan telah diberangkatkan ke Distrik Fayit, Kabupaten Asmat pasca-penembakan yang dilakukan oknum TNI dan menewaskan empat warga serta melukai satu lainnya, Senin (27/05).

Tim investigasi gabungan yang terdiri dari perwakilan Kodam XVII Cenderawasih, Polda Papua dan Komnas HAM Perwakilan Papua itu, diberangkatkan ke Asmat pada Selasa (28/05).

“Sekarang ada tim ke sana. Melibatkan Komnas HAM agar lebih profesional,” kata Brigjen Yakobus Marzuki, Selasa (28/05).

Tim investigasi gabungan akan mencari tahu kebenaran kronologis kejadian, dan memastikan apakah tindakan oknum TNI yang melakukan penembakan telah sesuai prosedur atau tidak.

“Kita akan cek dulu (apakah sudah sesuai prosedur). Kan ada tim. Nanti hasilnya akan diketahui. Kami tidak bisa langsung katakan tepat (sudah sesuai prosedur),” ujarnya.

Peristiwa di Distrik Fayit menurutnya berawal dari adanya pihak yang tidak puas terhadap hasil pemilihan legislatif. Padahal mestinya ketidakpuasan itu ditempuh dengan jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi.

Katanya, masyarakat perlu diberi pemahaman agar sadar hukum. Tidak mengancam (aparat keamanan) karena jika melakukan pengancaman terhadap aparat keamanan, tidak menutup kemungkinan akan ada penggunaan senjata.

“Kalau (aparat keamanan) diancam, daripada dia mati dan (senjatanya) dirampas tentunya bisa digunakan senjata ini. Jangan mengancam petugas karena banyak juga petugas yang meninggal di Papua ini,” ucapnya.

Empat warga Distrik Fayit, yakni Xaverius Sai (40), Nilolaus Tupa (38), Matias Amunep (16) dan Fredrikus Inepi (35) diduga tewas karena ditembak oknum TNI, Senin (27/05). Satu warga lainnya, Jhon Tatai (25) mengalami luka tembak di bagian tangan.

Kejadian bermula ketika sekelompok pendukung salah satu calon anggota DPRD Asmat berinisial JT tidak puas terhadap hasil Pileg beberapa waktu lalu dan merusak Kantor Distrik Fayit.

Anggota Koramil Fayit yang berada tidak jauh dari lokasi, berupaya membubarkan massa dengan tembakan peringatan. Namun sekelompok orang itu justru menyerang anggota TNI. Anggota TNI pun melepaskan tembakan ke arah massa.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf M. Aidi mengatakan, selain akan mengumpulkan bukti, memintai keterangan saksi, tim investigasi gabungan juga akan meminta keterangan pelaku penembakan yang kini telah diamankan di POM TNI AD di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

“Pelaku penembakan akan dimintai keterangan, apa alasannya menembak warga sipil. Apakah terpaksa (terdesak) atau karena alasan lain,” kata Kolonel Inf M. Aidi.

Katanya, jika nanti hasil pemeriksaan menyatakan oknum pelaku penembakan bersalah, akan diproses hukum bahkan dapat diberhentikan dari keanggotaannya sebagai TNI. (Arjuna)