Di Merauke Mayoritas Lakalantas Akibat Miras

Di Merauke Mayoritas Lakalantas Akibat Miras

Pemusnahan ratusan liter minuman keras dilakukan bersama-sama dengan menumpahkan miras ke dalam drum

Metro Merauke – Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung menegaskan, 75 persen kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Merauke pemicunya akibat pengendara telah dipengaruhi minuman keras (miras).

“Miras sebagai salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tercatat dari bulan Januari-Mei sebanyak 43 kasus lakalantas, 75 persen disebabkan karena pengendara telah dipengaruhi miras,” ungkapnya pada saat pemusnahan minuman keras di Polres Merauke, Selasa (28/5).

Tidak hanya itu, Kapolres menyebut, pengaruh negatif dari mengkonsumsi minuman keras tak terkendali dapat pula mempengaruhi perilaku dan menjadi penyebab terjadinya tindak kriminalitas.

Masyarakat diimbau agar menghindari dan turut serta memberantas segala bentuk penyakit masyarakat, semisal peredaran miras illegal. Bila mengetahui peredarannya dapat segera melaporkannya.

Dikatakan Kapolres Bahara, miras yang dimusnahkan ini sebanyak 800 botol miras jenis sopi, 645 liter sopi yang ditempatkan dalam 12 jerigen serta 2 set alat produksi, 2 buah kompor dan 6 ember sebagai barang bukti ikut dimusnahkan.

“Semua minuman keras yang kita musnahkan bersama diperoleh dari hasil operasi cipta kondisi selama Januari-Mei 2019 dan dimusnahkan menjelang hari Raya Idul Fitri,” terangnya.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze berharap, kegiatan ini dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya mengkonsumsi minuman keras.

“Dibutuhkan kerjasama yang baik semua instansi dan masyarakat untuk menekan kriminalitas termasuk meminimaliasir tindak kejahatan yang diakibatkan mengkonsumsi miras,” tandasnya. (Nuryani)