Kasus Dugaan  Money Politik Dua Caleg Merauke, Tukidjo:  Tidak Dapat Dilanjutkan

Kasus Dugaan  Money Politik Dua Caleg Merauke, Tukidjo:  Tidak Dapat Dilanjutkan

Kordiv Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Merauke, Benedikus Tukidjo | LKF

Metro Merauke – Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Merauke, Benedikus Tukidjo mengungkapkan, kasus dugaan money politik dua calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke yakni LK dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan BP dari Partai Demokrat tak dapat ditindaklanjuti.

Hal itu disampaikan Tukidjo kepada Metro Merauke di ruang kerjanya Senin (27/5). “Memang  keputusan untuk tidak dilanjutkan  dari  proses penyelidikan ke penyidikan terhadap kedua caleg tersebut adalah dari unsur kepolisian di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu),” ungkapnya.

Baca juga: Gakkumdu akan Tentukan Status Dua Caleg DPRD Merauke Pelaku Money Politik

Bawaslu, lanjut dia, sudah siap melimpahkan, setelah semua saksi diperiksa termasuk barang bukti dan dinyatakan memenuhi syarat formil dan materil. Hanya saja, keputusan terakhir ada di tangan penyidik kepolisian.

Dijelaskan, pembahasan tahap pertama telah dilakukan Bawaslu dan memenuhi dua syarat dimaksud. Ketika pembahasan kedua, selain dibuat kajian untuk diteruskan ke penyidik kepolisian apakah dilanjutkan atau tidak, polisi juga membuat laporan penyelidikan dan hasilnya seperti begini.

“Karena kepolisian menyatakan kasus ini tak  bisa ditindaklanjuti dari penyelidikan ke penyidikan, maka dinyatakan gugur.  Jadi ini merupakan pertimbangan penyidik dan bukan Bawaslu,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk kasus LA,  caleg Partai Hanura, buktinya sangat minim. “Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Hanya saja, keterangan antara saksi satu dengan lain, tak sinkron atau berbeda-beda,” ungkapnya.

Sedangkan kasus yang menyeret BP, caleg Partai Demokrat, kasusnya telah kadaluarsa atau melewati batas waktu. “Memang saat saksi Petrus Baweng melapor ke Bawaslu,  hitungan kami dapat diproses. Namun ketika di sentra Gakumdu, dinyatakan tak  dapat dilanjutkan,” ujarnya.

Alasannya, jelas dia, saksi Petrus mengetahui adanya kasus dugaan money politik sejak tanggal 15 April 2019, namun baru dilaporkan tanggal 18 April 2019. Selain itu, hanya barang bukti berupa uang dari Petrus diserahkan. Sedangkan saksi lain, katanya telah menggunakan.

“Jadi kesimpulan penyidik, dianggap kadaluarsa lantaran saksi Petrus saat kejadian bagi-bagi uang, ada juga di tempat bahkan ikut menerima,” tegasnya. (LKF)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/05/27/kasus-dugaan-money-politik-dua-caleg-merauke-tukidjo-tidak-dapat-dilanjutkan/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz