Honorer K2 akan Diangkat Menjadi ASN Tanpa Melalui Tes

Honorer K2 akan Diangkat Menjadi ASN Tanpa Melalui Tes

Foto Bersama Anggota DPR Papua, Yonas Nusy (kemeja putih) dengan para Honorer di Kabupaten Jayapura

Metro Merauke – Anggota Komisi I DPR Papua, Yonas Nusy menyatakan sebanyak 12.400 lebih honorer Katerogi Dua (K2) di Papua akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negera (ASN), tanpa harus melalui tes.

Pernyataan itu disampaikan anggota DPR Papua 14 kursi pengangkatan perwakilan wilayah adat Saireri tersebut saat bertemu para honorer di Kabupaten Jayapura, Kamis (23/05).

Ia mengatakan, pengangkatan honorer K2 itu telah disepakati saat pihaknya bersama Pansus Afirmasi MRP rapat dengan Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya dan Dirjen SDM Kemenpan RB di Sekretariat Negara, 10 Mei lalu.

“Kami berupaya mewujudkan perjuangan Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama bupati/wali kota se-Papua, ketua MRP dan Ketua DPR Papua ketika bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, 5 Oktober 2018,” kata Yonas Nusy.

Ketika itu menurut Nusy, ada beberapa poin penting dibicarakan para pemimpin Papua dengan Presiden Jokowi. Salah satunya penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Papua yang menggunakan sistem offline dan kuota untuk honorer K2.

Presiden Jokowi menyetujui penerimaan CASN di Papua dilakukan secara offline dan pengangkatan honorer K2 dengan mekanisme khusus. Namun jawaban negara untuk kepentingan rakyat Papua dalam menyelesaikan masalah ASN di Papua itu, tidak ditindaklanjuti oleh Kemenpan RB.

Menpan RB memaksakan pendafataran CASN secara online dan akan merugikan orang asli Papua karena ada kriteria yang harus dipenuhi untuk formasi bidang tertentu.

“Misalnya tenaga pendidikan dan tenaga perawat mesti ada Tanda Registrasi (TR) untuk tenaga perawat. Ini menyulitkan orang asli Papua,” ujarnya.

Menpan RB kata Nusy, tidak menghargai keputusan negara yang disampaikan Presiden Jokowi. Melihat masalah ini, pihaknya kemudian mengagendakan rapat bersama staf khusus presiden dan Dirjen SDM Kemenpan RB di Jakarta.

Dalam rapat itu Nusy, menyampaikan kepada Dirjen SDM Kemenpan RB jika Bab penutup UU ASN Nomor 5 tahun 2014 pasal 132 disebutkan “UU ini berlaku di seluruh Indonesia terkecuali wilayah perbatasan, wilayah konflik dan wilayah Otsus, dan Papua masuk ketegori wilayah khusus”.

Menpan RB dinilai melakukan pelanggaran Undang-Undang dan menciderai konstitusi negara, karena memaksakan pendaftaran CASN sistem online.

“Kementerian tidak bisa menjawab. Kami sepakat 12.400 lebih honorer K2 di Papua diangkat sebagai ASN. Mengenai bagaimana pengangkatannya apakah bertahap atau apa, itu urusan belakangan,” ucapnya.

Ia berharap, proses verifikasi data honorer K2 di 28 kabupaten dan satu kota di Papua dapat rampung secepatnya dan diserahkan ke Presiden serta Kemenpan RB 13-17 Juni mendatang.

Namun sebelum verifikasi data dilakukan, terlebih dahulu pihaknya bersama Pansus Afirmasi MRP sepakat membentuk sekretariat bersama antara Pemprov Papua, BKD Provinsi Papua dan BKD kabupaten/kota untuk bersama melakukan verifikasi.

Tujuannya, agar jangan ada nama-nama honorer K2 terlewatkan terutama yang ada di garda terdepan, di pedalaman baik itu guru, sebagai tenaga perawat, dan tenaga administrasi.

“Pegawai honorer di Papua perlu didata dengan baik sehingga tidak ada tercecer sehingga BKD di provinsi dan kabupaten/kota diharapkan berkoordinasi dalam verifikasi dokumen,” katanya.

Setelah upaya memperjuangkan nasib honorer K2 di Papua menemui titik terang, kini pihaknya kata Nusy, mengupayakan agar honorer umum (non-K2) di Papua, juga dapat diangkat setelah K2. Ini tugas DPR Papua yang selama ini digumuli pihaknya. Bagaimana menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Prinsipnya, siapa saja yang melakukan aktivitas dalam pemerintahan dan digaji oleh negara apakah menggunakan APBD atau APBN wajib hukumnya diangkat sebagai PNS.Termasuk anak nusantara yang mengabdikan diri sepenuh hati, patut diakomodir menjadi ASN,” ucap Nusy. (Arjuna)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/05/22/honorer-k2-akan-diangkat-menjadi-asn-tanpa-melalui-tes/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz