Jaga Perdamaian NKRI, Bupati Merauke: Kita Menolak ‘People Power’

Jaga Perdamaian NKRI, Bupati Merauke: Kita Menolak ‘People Power’

Bupati Merauke, Frederikus Gebze didampingi istri Ny Rini Dewarusi Nebore Gebze saat pencoblosan 17 April lalu

Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua Frederikus Gebze secara tegas menyatakan tidak mendukung gerakan people power yang dimunculkan pihak tertentu untuk menolak hasil rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat Merauke agar tidak terpancing dan terprovokasi isu people power.

“Saya mengimbau seluruh warga masyarakat Merauke jangan terprovokasi dengan kegiatan pengerahan massa untuk berkumpul 22 Mei mendatang di Jakarta. Kita menolak aksi ‘people power,” ujarnya, Jumat (17/5).

Dikatakannya, elemen masyarakat Merauke sepakat menolak gerakan tersebut, karena lebih mengutamakan menjaga perdamaian serta persatuan pasca Pemilu sertentak 2019 di Merauke yang telah berjalan aman dan lancar.

“Merauke selama ini merupakan zona damai, zona cinta kasih di Papua,” ujarnya.

Penolakan aksi people power juga diserukan tokoh agama di Merauke. Uskup Agung , Mgr Nicolaus Adi Saputra M.Sc mengajak umat beragama tetap menjaga tamtibmas dengan menghormati proses demokrasi demi terwujudnya NKRI yang aman dan damai.

“Suasana politik sangat mempengaruhi suasana persaudaraan bangsa Indonesia, sehingga kami menolak adanya gerakan people power dan sepakat menjaga perdamaian dan persatuan umat beragama di Kabupaten Merauke,” pintanya.

Uskup Agung Merauke mengapresiasi kerja keras KPU maupun Bawaslu serta kepada TNI-Polri yang telah mengamankan jalannya Pemilu 2019 dengan baik. (Nuryani)