Empat Hektar Lahan Akan Dibuka di Kampung Senayu

Empat Hektar Lahan Akan Dibuka di Kampung Senayu

Masyarakat di Kampung Senayu sedang pertemuan bersama Bruder Johny Kilok | Foto/IST

Metro Merauke – Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Merauke bekerjasama dengan Bagian Perekonomian Setda Merauke  akan membuka  lahan seluas empat hektar untuk areal persawahan di Kampung Senayu, Distrik Tanah Miring.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Merauke, Bruder Johny Kilok kepada Metro Merauke Kamis (18/5). “Ada teman yang memfasilitasi saya bertemu Kabag Perekonomian Setda Merauke beberapa hari lalu. Dari pertemuan itu, disepakati pembukaan lahan untuk areal persawahan,” ujarnya.

Selama ini, katanya, Bagian Perekonomian sedang mencari untuk pendampingan terhadap orang asli Papua dalam bidang pertanian. “Jadi, karena sudah ada kesepakatan, makanya kami langsung turun menemui masyarakat di Kampung Senayu  membicarakan program ini,” ujarnya.

Ternyata, lanjut Bruder Johny, respon masyarakat luar biasa. Mereka juga menginginkan lahannya dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Sehingga disepakati dibuka empat hektar terlebih dahulu.

“Kami sudah bentuk kelompok dan masyarakat diminta mencari hantraktor agar bisa digunakan untuk proses pembajakan lahan. Nantinya kalau peralatan sudah didapat, bisa memberikan informasi, sehingga saya langsung kesana melakukan pendampingan,” katanya.

Selain itu, jelas dia, Kabag Perekonomian Setda Merauke ikut  kesana sekaligus menyerahkan modal usaha untuk pembukaan lahan dimaksud. “Nantinya saya bersama Pastor Paroki Eroom, Raymod Raja Doren, Pr melakukan pendampingan sejak menanam hingga perawatan sampai proses panen,” ungkapnya.

Dijelaskan, jika ujicoba empat hektar berhasil, tahun depan dibuka dalam skala lebih luas lagi. Selain di Kampung Senayu, juga di Erom Kampung akan dibuka.

“Sesuai rencana dalam bulan ini pembukaan lahan sekaligus penanaman sudah harus dilakukan. Khusus bantuan bibit, akan kami komunikasikan dengan dinas terkait,” ujarnya. (LKF)