Empat Spanduk Dipasang, Hengky: Kami Minta Peresmian Bangunan Baru Bandara Tak Dilakukan

Empat Spanduk Dipasang, Hengky: Kami Minta Peresmian Bangunan Baru Bandara Tak Dilakukan

Pemasangan spanduk di pintu masuk Bandara Mopah-Merauke | LKF

Metro Merauke –  Masyarakat pemilik ulayat tanah  Bandara Mopah seluas 60 hektar, kembali melakukan aksi di Bandara Mopah Merauke. Kali ini mereka membawa empat spanduk sekaligus memasang di beberapa titik, sebagai bentuk aksi protes lantaran belum ada penyelesaian pembayaran.

“Kami mendapatkan informasi kalau dalam waktu dekat, akan dilakukan peresmian bangunan baru Bandara Mopah-Merauke. Lebih baik  rencana itu diurungkan, karena belum ada pembayaran tanah 60 hektar senilai Rp 840 miliar,” ungkap salah seorang pemilik, Hendrikus Hengky Ndiken kepada wartawan Senin (13/5).

Dikatakan, saat awal pembangunan dilakukan, pemilik ulayat dari Spadem, Kaya-Kay dan Payum sudah melancarkan aksi protes. Namun setelah difasilitasi dan dibicarakan bersama Bupati Merauke, Frederikus Gebze, kegiatan pembangunan tetap berjalan sebagaimana biasa.

“Setelah pembangunan dirampungkan, justru tak ada penyelesaian pembayaran sampai sekarang. Ini yang menjadi kekesalalan serta kekecewaan kami  pemilik ulayat,” tegasnya.

Dia meminta peresmian bangunan  bandara dipending, sambil dilakukan pembicaraan kembali untuk penyelesaian pembayaran ganti rugi. “Memang kami tuntut Rp 840 miliar, namun masih bisa dilakukan negosiasi,” katanya.

Dikatakan, pihaknya juga sedang melakukan komunikasi bersama Kementerian Perhubungan RI agar peresmian bangunan baru bandara dapat dilakukan, setelah adanya pembayaran tanah terlebih dahulu. (LKF)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/05/13/empat-spanduk-dipasang-hengky-kami-minta-peresmian-bangunan-baru-bandara-tak-dilakukan/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz