Ribuan Orang Padati Rumah Mantan Bupati Merauke

Ribuan Orang Padati Rumah Mantan Bupati Merauke

Ribuan orang yang memadati kediaman Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka | LKF

Metro Merauke – Kurang lebih 2.500 masyarakat memadati kediaman Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. Kedatangan mereka tak untuk kepentingan kampanye politik, tetapi menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) nya ke 50 tahun tanggal 8 April 2019.

Pantauan Metro Merauke, Senin (8/3) petang, sejak pukul 14.00 WIT, masyarakat mulai berbondong-bondong datang di kediaman Romanus. Tepat pukul 15.00 WIT, berlangsung misa yang dipimpin Pastor Miler Senduk, MSC.

Masyarakat yang mengikuti misa HUT Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka ke 50 tahun | LKF

Kedatangan ribuan warga tersebut, tak pernah diduga sebelumnya. Karena sesuai undangan yang dikeluarkan, hanya sekitar 300-400 orang. Namun karena banyak orang mendapatkan informasi, sehingga secara spontan mereka datang sendiri. Karena merasa bahwa Romanus Mbaraka adalah figur yang merakyat dan telah banyak berbuat ketika memimpin Merauke lima tahun silam.

Tempat acara di belakang rumah yang disiapkan, penuh sesak manusia. Sehingga sebagian lainnya, harus memilih duduk di teras depan, sambil menunggu misa selesai dan akan  bersalaman dengan mantan Bupati Merauke itu.

Dalam sambutannya, Romanus Mbaraka menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua orang yang telah meluangkan waktu untuk datang, sekaligus merayakan HUT bersama.”Saya berterimakasih dan tak bisa membalas semua kebaikan bapa-ibu,” ujarnya.

“Saya orang Katolik dan akan berdoa kepada Tuhan Yesus, agar kebaikan semua yang datang disini, dapat dibalas. Saya juga bingung apa rencana Tuhan Yesus di usia 50 tahun ini,” ujarnya.

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka sedang memotong tumpeng | LKF

Romanus mengaku, ada catatan kecil telah dipersiapkan untuk disampaikan, sekaligus sebagai inspirasi bagi semua orang. “Syukur bagimu Tuhan Yesus untuk perjalanan hidupku bersama keluargaku. Sehingga hari ini, 8 April 2019, Engkau menghantarkan saya ke usia 50 tahun,” katanya.

Dikatakan, ia lahir dan dibesarkan sebagai seorang anak kampung di Kalilam, Distrik Kimaam. Terkadang orang menceriterakan kalau dirinya sombong. “Meskipun saya anak kampung, namun tinggal di asrama sekaligus sekolah sampai ke Intitut Teknologi Bandung (ITB),” ujarnya.

Kepada semua orang yang ada disini, pintanya, jangan pernah merasa rendah dihadapan sesama. Karena Tuhan menciptakan manusia itu sama. Tak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin. “Buktinya saya  bisa sekolah sampai ITB yang merupakan sekolah bergengsi,” tegasnya.

Dia berpesan orangtua menyekolahkan anaknya dengan baik. Jangan berpikir orangtua petani lalu tak mampu bekerja demi masa depan anak. Percaya kepada Tuhan, anakmu akan berhasil.

“Saya juga berkarier sebagai ASN secara berjenjang mulai dari staf, kepala bidang, kepala dinas baik di Bappeda maupun Dispenda hingga menjadi Bupati Merauke periode 2011-2015 silam. Padahal saya anak miskin dan dari keluarga tak mampu,” katanya.

Selain memiliki karier cemerlang, Romanus pun mempunyai banyak sahabat. Tidak hanya dari Merauke sampai Sabang. Tetapi di hampir belahan dunia. “Kenapa saya sampaikan banyak teman termasuk di belahan dunia, karena pernah naik pesawat ke salah satu negara dan ada yang mengenal sekaligus menyebutkan nama saya,” ujar Romanus.

Hal lain dialami dan dirasakannya adalah banyak materi yang tak terhitung jumlahnya  didapatkan dari Tuhan Yesus ketika berkarya.

“Saya hanya bisa sampaikan terimakasih ku ucapkan dari hati yang tulus kepada Tuhan Yesus Juru Selamat, Raja Kerahiman Ilahi. Juga kedua orangtua, almarhum isteriku dan anak-anak,” katanya.

“Untuk karierku selama menjadi ASN, terimakasih kepada para senior di birokrasi  yang telah banyak memberikan dorongan dan motovasi. Sehingga saya bisa berkarya dengan baik. Tak bisa saya sebutkan satu per satu seniorku, karena terlalu banyak,” ungkapnya.

“Kenapa saya bersyukur sekali, karena dibawah usia 50 tahun, pernah menjadi Kepala Bappeda waktu itu dengan usia 32 tahun. Lalu Kepala Dispenda 37 tahun dan menjadi Bupati Merauke di usia 40 tahun,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Romanus menyampaikan permohonan maaf kepada semua orang jika ada salah yang dibuatnya. “Mohon maaf kalau ada kesalahan ketika saya lakukan saat masih sebagai pejabat, maupun sebagai masyarakat biasa selama beberapa tahun terakhir,” pintanya. (LKF)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/04/09/ribuan-orang-padati-rumah-mantan-bupati-merauke/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz