Dari Bangunan Kantor Sampai Struktur Organisasi Kampung Buti Telah Dimiliki

Dari Bangunan Kantor Sampai Struktur Organisasi Kampung Buti Telah Dimiliki

Bangunan Kantor Kampung Buti, Distrik Merauke | LKF

Metro Merauke – Bangunan Kantor Buti, Distrik Merauke telah dimiliki, meskipun  masih kontrak. Namun demikian dengan hadirnya kantor, dipastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Marind-Buti  segera berjalan dalam waktu dekat.

Selain bangunan kantor, juga struktur organisasi Kampung Buti telah disusun. Dimana kampung tersebut ‘dinahkodai’ Junaidy Sarendo Gebze yang telah dilantik Bupati Merauke, Frederikus Gebze tahun 2016 silam.

Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada Filadelfius P Ndiken. Sedangkan Kaur TU dan Umum, Yanuaria S. Saterop, S.iP, Kaur Keuangan, Everista W. Gebze, Kaur Perencanaan, Maria F Gebze, S.iP. Berikutnya, Kasie Pemerintahan, Agustinus A Gebze, Kasie Kesejahteraan, Wilhelmina Kaize dan Kasie Pelayanan, Yulius R Mahuze.

Kepala Kampung Buti, Junaidy Sarendo Gebze kepada Metro Merauke Jumat (29/3) mengatakan,  status kantor masih kontrak. Meski begitu, pelayanan akan segera dijalankan. Saat ini masih dilakukan renovasi beberapa ruangan di dalam, karena mengalami kerusakan.

Dikatakan, beberapa waktu lalu, dirinya bersama beberapa aparatur kampung serta penggagas, Burhanudin Zein melakukan pertemuan bersama Kepala Badan Pemerintahan Kampung dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke, Albert Rapami.

Saat itu, katanya, disepakati bersama untuk pencairan dana silfa tahun 2015 senilai Rp 43 juta lebih untuk mengontrak kantor. Sekaligus  operasional beberapa bulan kedepan.  “Begitu dana dicairkan, kami langsung kontrak bangunan ini dua minggu lalu,” katanya.

Dijelaskan, pencairan dana akan dilakukan lagi, setelah dibuatkan laporan pertanggungjawaban dana Rp 43 juta terlebih dahulu. “Memang Pak Albert Rapami meminta untuk menyiapkan dokumen lain berkaitan dengan pencairan dana selama beberapa tahun terakhir. Karena nilainya mencapai Rp 4 miliar lebih,” ujarnya.

Tentunya, lanjut dia, pencairan pasti dilakukan secara bertahap juga, setelah laporan pertanggungjawaban dibuat dan diserahkan. “Memang focus perhatian saya kedepan ketika dana besar itu dicairkan adalah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Marind-Buti,” ungkap dia.

Selain itu, juga untuk bidang pendidikan maupun kesehatan. Khusus pendidikan, ia berjanji akan memanfaatkan membiayai sekolah  bagi anak-anak Buti mulai dari jenjang pendidikan SD hingga perguruan tinggi.

“Kami harus lakukan pendataan kembali guna mengetahui berapa banyak anak Buti yang sedang sekolah di beberapa jenjang pendidikan itu. Sehingga ketika dana diberikan, tidak salah sasaran,” katanya. (LKF)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/03/30/dari-bangunan-kantor-sampai-struktur-organisasi-kampung-buti-telah-dimiliki/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz