Sekda Merauke Minta RS Bunda Pengharapan Layani Pasien dengan Baik

Sekda Merauke Minta RS Bunda Pengharapan Layani Pasien dengan Baik

Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC saat menggunting pita pada soft opening Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke | LKF

Metro Merauke – Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Daniel Pauta meminta kepada tenaga medis di Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke  agar memberikan pelayanan secara baik kepada pasien.

Permintaan itu disampaikan Sekda ketika memberikan sambutan usai soft opening RS Bunda Pengharapan Senin (25/3). Soft opening itu ditandai  pengguntingan pita oleh Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC sekaligus peninjauan ruangan rumah sakit bersama tamu dan undangan lain.

“Selamat dan proficiat untuk Yayasan Maria Lourdez Larantuka yang saat ini akan menempati rumah sakit baru, sekalipun rumah sakit lama akan tetap difungsikan sebagaimana biasa,” katanya.

Sekda juga menyampaikan terimakasih kepada Keuskupan Agung Merauke, walaupun rumah sakit ini tak langsung dibawah keuskupan, tetapi sedikit banyak telah berkontribusi.

Selain itu, katanya, juga partisipasi RS Bunda Pengharapan yang mengambil bagian dalam menunjang pembangunan di bidang kesehatan. Tak dapat disangkal bahwa sebagian besar penduduk Merauke, sering memilih datang untuk dilayani di RS Bunda Pengharapan ketimpang rumah sakit lain.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada para suster dan dokter yang setia melakukan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Merauke, tanpa dibatasi. Ketika kita datang di rumah sakit, bukan hanya suster biarawati melayani pasien, tetapi juga ibu-ibu berjilbab ikut melayani. Ini pertanda sekalipun RS Bunda Pengharapan dikelola orang Katolik, tetapi agama lain tak dibatasi masuk disitu. Jadi, rumah sakit bersifat universal,” ujarnya.

Dikatakan, sejak awal pembangunan rumah sakit dilakukan, suster pimpinan selalu datang dan berkonsultasi menyampaikan berbagai kekurangan, terutama berkaitan dengan lokasi bangunan agar tak melanggar aturan serta tata ruang.

Namun demikian, jelas Sekda, semua dapat berjalan baik. Sehingga peletakan batu pertama pembangunan RS Bunda Pengharapan dapat dilakukan pada bulan November 2016 silam. Ketika itu, banyak tamu dan undangan hadir menyaksikan secara langsung.

Dijelaskan, Pemkab Merauke tak mampu memberikan dana sesuai yang diharapkan. “Saat ini saya tidak bisa berikan kepastikan kalau kekurangan beberapa item pekerjaan, uangnya ditanggung pemerintah. Para suster dan pastor agar berdoa saja,” pintanya.

Sekda mengingatkan kepada tenaga medis yang melayani pasien agar berpegang kepada tulisan kasih yang menyembuhkan. “Memang kadang di sejumlah rumah sakit besar, pelayanan kepada pasien kurang ramah diberikan. Untuk itu saya harap di RS Bunda Pengharapan menampilkan pelayanan lebih baik,” pintanya.

Artinya, lanjut Sekda,  siapapun yang datang, terimalah  dengan senyuman. Lalu dilayani dengan penuh kasih dan pada waktunya mereka kembali ke rumah dengan senang pula.

“Sekalipun obat banyak maupun peralatan lengkap, tetapi kalau  pelayanan kepada pasien tak bersifat ramah, bisa saja pasien tak mengalami kesembuhan,” ungkapnya. (LKF)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/03/25/sekda-merauke-minta-rs-bunda-pengharapan-layani-pasien-dengan-baik/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz