Ditegur Karena Ugal-Ugalan, Seorang Pemuda Aniaya Anggota Satlantas Merauke Dengan Parang

Ditegur Karena Ugal-Ugalan, Seorang Pemuda Aniaya Anggota Satlantas Merauke Dengan Parang

Petugas Polres Merauke tengah menunjukan barang bukti, sebilah parang yang digunakan pelaku menganiaya anggota Satlantas

Metro Merauke – Andreas Waimu (26) warga Jalan Aru, Kelurahan Mandala, Merauke, Papua nekat menganiaya seorang anggota Satlantas Polres Merauke, Bribka M Iksan, Minggu pagi (10/3) menggunakan parang.

Pelaku mengaku tak terima lantaran ditegur korban saat ugal-ugalan di jalan raya.

Kapolres Merauke melalui Kasat Reskrim, AKP Micha P Toding membenarkan kejadian pada Minggu (10/3) di Jalan Raya Mandala, sekira pukul 06.00 WIT.

Saat kejadian, kata Kasat Reskrim, korban (anggota Satlantas) tengah melakukan jalan sehat bersama rombongan jamaah masjid.

Di tengah jalan, pelaku dengan menggunakan sepeda motor melintas di jalan raya secara ugal-ugalan berpapasan dengan rombongan jalan santai.

Korban kemudian menegur pelaku untuk tidak ngebut. Namun pelaku tidak terima dan melawan korban, kemudian pelaku belalu sembari mengancam akan kembali.

“Tersangka yang sudah dipengaruhi muniman beralkohol tak senang dengan teguran tersebut dan melawan,” katanya.

Tak selang berapa lama, berbekal alat tajam berupa parang, pelaku datang mengayun-ayunkan parang ke rombongan jalan sehat yang didominasi perempuan.

Saat itu, lanjutnya, korban berusaha mencegah, tapi malah diserang pelaku. Keduanya sempat bergulat di aspal. Hingga akhirnya pelaku dapat dibekuk.

Korban diketahui mengalami luka lecet di tangan dan bawah dagu.

“Pelaku sudah diamankan bersama barang bukti sebilah parang. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 2 ayat 1 nomor 12 Undang Undang Darurat tahun 1951 dan Pasal 351 ayat 1,” tandasnya. (Nuryani)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/03/12/3785/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz