Romanus: Pastor Simon Petrus Takahanem Kaize Harus Pertahankan Janji Imamatnya

Romanus: Pastor Simon Petrus Takahanem Kaize Harus Pertahankan Janji Imamatnya

Tokoh Umat Merauke, Romanus Mbaraka sedang bicara dengan Pastor Simon Petrus Takahanem Kaize | LKF

Metro Merauke – Salah seorang Tokoh Umat di Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka meminta kepada Pastor Simon Petrus Takahanem Kaize, MSC yang ditahbiskan Uskup Agung Merauke, Mgr Nicolaus Adi Seputra, MSC beberapa waktu lalu, agar mempertahankan sumpah janji imamatnya.

Permintaan itu disampaikan Romanus saat ditemui Metro Merauke Selasa (5/3). “Saya mengikuti misa perdana Pastor Simon Kaize di kampung halamanya di Domande beberapa hari lalu. Dia adalah satu-satunya anak Marind Pantai yang menjadi pastor pertama Merauke, setelah 114 tahun Gereka Katolik masuk di Selatan Papua,” ujarnya.

“Ini adalah suatu kisah nyata bagi kita semua. Bahwa anak negeri sesungguhnya mempunyaik kapasitas dan iman yang tak tidur dan tak tinggal diam. Ketika kapasitas dipoles terus, akan berkembang,”ungkapnya.

Di era milenial sekarang, jelas Romanus, ternyata Tuhan Yesus tak meninggalkan  orang Marind. “Tuhan masih memanggil dan memakai kita orang asli untuk bersama-NYA,” kata dia.

Sehingga, katanya, DIA menyatakan kemuliaan bahwa di era milenial, ada orang Marind pantai bisa menjadi perpanjangan tangan langsung dari Tuhan Yesus atau menjadi tangan kanan-NYA.

Selama ini, menurutnya, banyak orang bilang imam pertama orang Marind adalah Pastor Simon Kaize. Sesungguhnya bukan, karena ada dua imam orang Marind sebelumnya yakni Pastor Soter Nauce, MSC (almarhum) serta Pastor Pius Manu, Pr.

Dalam kesempatan tersebut, Romanus mengingatkan kepada Pastor Simon Kaize bahwa beban yang dijalankan sangat berat. Olehnya harus mempertahankan sumpah janji terutama imamat yang telah diterima. Karena merupakan kepercayaan Tuhan Yesus.

Lalu, pintanya, harus taat kepada aturan gereja, lantaran menjadi cermin martabat bagi orang Marind. Begitu juga ketika dalam pergaulan di lingkungan bersama umat dan siapa saja, agar terus memupuk hubungan persaudaraan.Namun demikian, pergaulan harus dijaga.

“Pesan saya terakhir bagi Pastor Simon Kaize menjaga performance maupun penampilan sebagai seorang imam. Tangan yang selalu diangkat mengundang Tuhan Yesus untuk datang bercahaya, kalau boleh dipoles baik dalam dalam diri. Sehingga ketika menjalankan tugas imamat maupun pelayanan, dapat menyembuhkan orang lain kala sedang sakit maupun susah,” pintanya. (LKF)

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/03/05/romanus-pastor-simon-petrus-takahanem-kaize-harus-pertahankan-janji-imamatnya/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz