Jaga Papua Tanah Damai, PUMP Tolak JUT dan Pengikutnya

Jaga Papua Tanah Damai, PUMP Tolak JUT dan Pengikutnya

Massa Persatuan Umat Muslim Papua (PUMP) saat menggelar demo damai menolak JUT dan pengikutnya di halaman kantor DPR Papua, Selasa (05/03)

Metro Merauke – Sedikitnya seratusan orang dari Persatuan Umat Muslim Papua (PUMP) menyatakan demi menjaga Papua sebagai tanah damai, mereka menolak keberadaan Jafar Umar Thalib (JUT) dan pengikutnya di Bumi Cenderawasih.

Penolakan terhadap keberadaan JUT dan pengikutnya di Papua dinyatakan PUMP dalam pernyataan sikapnya saat menggelar demo damai di halaman kantor DPR Papua, Selasa (05/03).

PUMP berpandangan kehadiran JUT dan para pengikutnya di Papua sudah meresahkan warga, terlebih lagi pascaperistiwa pengrusakan dan perlakuan kekerasan yang oleh JUT dan beberapa pengikutnya di rumah salah satu warga Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, 28 Februari 2019 lalu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua KH Saiful Islam Al-Payage dalam orasinya mengatakan, aksi itu murni dari dilakukan PUMP, karena ingin Papua menjadi tanah damai.

“Kami ingin JUT keluar dari Tanah Papua. Kami Persatuan Umat Muslim sepakat akan menjaga Tanah Papua sebagai tanah yang diberkati,” kata KH Saiful Islam Al-Payage.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Sayid Fadhal Alhamid, PUMP menyatakan pengrusakan dan perlakukan kekerasan di rumah seorang warga Koya Barat oleh kelompok JUT merupakan kriminal murni.

PUMP mendukung sepenuhnya upaya Polda Papua menegakan hukum terhadap pelaku kriminal dalam aksi itu dan mendesak lembaga penegakan hukum lainnya mengambil tindakan tegas tanpa ada intervensi hukum agar kedamaian dan keharmonisan sosial terjaga.

“27 Desember 2015, Umat Islam Papua melalui MUI Papua bersama ormas Islam lainnya telah meminta gubernur Papua tidak lagi membiarkan keberadaan JUT di Papua,” kata Fadal.

Keputusan ini diambil setelah ormas Islam yang difasilitasi MUI menggelar Tabayyun dengan JUT di LPTQ di Kotaraja. PUMP meminta Pemprov Papua segera mengembalikan JUT ke daerah asalnya sesuai hukum yang berlaku.

Setelah dibacakan, pernyataan sikap PUMP itu diserahkan kepada da anggota DPR Papua yang menemui demonstran yaitu Yonas Nusy dan Mustakim untuk segera ditindaklanjuti.

Kepada demonstran, Yonas Nusy mengatakan akan meneruskan pernyataan sikap tersebut kepada pimpinan DPR Papua untuk dibahas bersama Pemerintah Provinsi Papua dan pihak terkait lain. (Arjuna/Redaksi)

 

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/03/05/jaga-papua-tanah-damai-pump-tolak-jut-dan-pengikutnya/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz