Pendidikan

Tiasony Betaubun Diminta Lokalisir Berbagai Persoalan Pendidikan dengan Baik

Metro Merauke – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Tiasony Betaubun diminta melokalisir berbagai permasalahan pendidikan yang terjadi selama ini. Sehingga dapat diselesaikan secara perlahan-lahan.

Permintaan itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Merauke, Sergius Womsiwor kepada Metro Merauke Rabu (13/2). “Saya kira Pak Tiasony Betaubun mempunyai konsep membangun pendidikan. Jadi pasti beliau tahu,” ungkapnya.

Namun demikian, jelas Sergius, Tiasony agar  segera melakukan konsolidasi bersama pihak gereja, adat, pemuda sampai kepala kampung serta kepala distrik. Juga MKKS maupun MKKG serta pengawas yang melekat di dinas untuk mendapatkan berbagai informasi tentang pendidikan.

“Saya kira berbagai komponen itu diundang sekaligus duduk bersama  membicarakan. Tidak lupa para kepala dinas pendidikan sebelumnya agar dimintai masukan  pula,” pintanya.

Sesungguhnya, menurut dia, persoalan utama pendidikan di Kabupaten Merauke adalah menyangkut anak-anak yang belum bisa belajar membaca serta menmulis baik. Juga banyak guru meninggalkan tempat tugas.

“Beberapa persoalan dari sekian banyak ini, harus diketahui dan bisa dicarikan solusi penyelesaian. Kuncinya adalah membuka diri meminta masukan dari berbagai komponen dimaksud,” katanya.

Dia menegaskan, jika pendidikan hanya dibangun dengan kata-kata manis, dipastikan tak akan membuahkan hasil. “Prinsipnya saya memberikan dukungan terhadap kadis pendidikan baru, tetapi ada beberapa catatan penting itu yang harus disikapi,” pintanya lagi.

“Saya tak ingin mengatakan kepala dinas pendidikan baru ini terbaik, tetapi ditunggu dan dinantikan adalah hasilnya,” ungkapnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *