Daerah

Tenaga Honorer: Perjuangan Kami Sejak 2013, Sia-Sia

Metro Merauke – Salah satu tenaga honorer Kategori Dua (K2) di Provinsi Papua, Henoch Nico Kmur mengatakan, sejak 2013 ia dan para rekannya berjuang untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), namun hingga kini perjuangan itu sia-sia.

“Dari berbagai pertemuan antara pemerintah kabupaten, provinsi dan presiden, tidak menghasilkan apa pun,” kata Henoch Nico Kmur usai ia dan beberapa rekannya bertemu anggota Komisi I DPR Papua, Selasa (12/02).

Menurutnya, hingga kini tak ada kejelasan pengangkatan tenaga honorer sebagai ASN, baik itu honorer K2 maupun honorer non-K2.

Kebijakan terbaru, pemerintah pusat justru akan mengarahkan tenaga horer sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun itu dianggap tidak adil lantaran ada tenaga honorer yang telah mengambi belasan hingga puluhan tahun.

Imbas dari itu katanya, nasibnya dan para rekannya tenaga hohorer yang sudah masuk dalam data base, kini tak jelas.

“Sejak 2013 hingga kini, di Papua tak ada penerimaan ASN. Penerimaan CASN kini baru direncanakan, padahal ada honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun namun tidak diperhatikan,” ucapnya.

Sementara anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Yonas Nusy yang bertemu para tenaga honorer mengatakan, pihaknya selama ini tidak tinggal diam. Selain mendorong adanya regulasi, juga terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua terkait penerimaan CASN.

“Kami juga berpikir jika tenaga honorer diarahkan ke P3K, itu tidak adil karena statusnya pegawai kontrak. Padahal ada yang sudah mengabdi puluhan tahun,” kata Nusy.

Menurut Nusy, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Sekda Papua agar para tenaga honorer dapat diakomodir dalam rekrutmen pegawai oleh pemerintah. (Arjuna/Redaksi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *