Serba-Serbi

Romanus Mbaraka: Suka Tidak Suka, OAP Harus Didampingi

Metro Merauke – Mantan Bupati Merauke periode 2011-2015, Romanus Mbaraka mengatakan, suka atau tidak suka, orang asli Papua yang membuka areal persawahan untuk menanam padi, harus didampingi secara kontinyu.

Permintaan itu disampaikan Romanus kepada Metro Merauke Sabtu (2/2). “Saya berharap kepada pemerintah dan stakeholder lain agar memberi sumbangan pemikiran maupun ujud nyata kepada orang asli Papua,” pintanya.

Dengan mendorong mereka  dan mendampingi secara kontinyu membuka areal persawahan, demikian Romanus, pemerintah tak berpikir lagi membantu mereka beras ketika datang musibah seperti gelombang pasang yang merendam umbi-umbian.

“Suka tidak suka, pendampingan harus dilakukan agar mereka bisa membajak dan menanam padi secara baik. Karena umumnya mereka baru memulai, sebelumnya hanya menanam umbi-umbian maupun pisang serta tanaman umur pendek lain,” ujarnya.

Dijelaskan, ketika masih menjabat sebagai bupati, ia mendorong agar sejumlah daerah seperti Distrik Waan maupun Tabonji, dikembangkan pertanian berupa pembukaan  areal persawahan. Sehingga masyarakat tak bergantung distribusi beras dari kota.

Biasanya, menurut dia, pada bulan Januari, Pebruari serta Maret, terjadi air pasang di sejumlah kampung di dua distrik itu setinggi satu meter yang merendam umbi-umbian petani. Sehingga cadangan makanan tidak ada lagi.

“Antisipasi yang saya lakukan adalah bersama dinas pertanian menyiapkan beberapa lahan potensial, sesuai hasil penelitian serta studi ilmiah dilakukan sesuai kecocokan lahan,” katanya.

Akhirnya, beberapa kampung seperti Sabon, Wantarma, Kawe dan Yeraha, menjadi lahan potensial untuk dikembangkan padi-padian. Saat merintis,  pemerintah menyiapan fasilitas seperti mesin penggiling gabah dan lain-lain.

Setelah dinas melakukan pendampingan, katanya, hasilnya sangat luar biasa. Beras dari Kampung Sabon dijual dengan harga Rp 25.000, karena kategori non organik, tanpa menggunakan pupuk.

“Begitu saya tak menjabat bupati, sejumlah daerah dimaksud tak dikembangkan lagi untuk lahan pertanian. Sehingga praktis masyarakat mengalami minus pangan,” tegasnya. (LKF)

One Reply to “Romanus Mbaraka: Suka Tidak Suka, OAP Harus Didampingi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *