Penetapan Komisioner KPU Yahukimo Dianggap Tidak Mewakili Empat Suku Besar

Legislator Papua, Natan Pahabol

Metro Merauke – Legislator Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang, Natan Pahabol berharap masyarakat Yahukimo dapat menerima keputusan KPU RI menetapkan lima komisioner KPU Yahukimo untuk dilantik, meski masyarakat di kabupaten itu menganggap hasil ini belum mewakili empat suku besar di Yahukimo yakni Yali, Hubla, Kimyal, Momuna, dan kurang lebih sembilan sub suku.

“Kiranya masyarakat dapat menerima apa yang telah diputuskan, dan tetap mengikuti proses Pileg dan Pilpres,” kata Natan Pahabol, Jumat (1/02).

Menurutnya, komisioner KPU Yahukimo yang ditetapkan untuk dilantik hanya mewakili dua suku besar yakni Kimyal dan Yali. Tiga orang berasal dari suku Kimyal dan dua lainnya dari suku Yali.

“Lima orang lainnya yang ada dalam daftar tunggu, juga berasal dari dua suku itu. Yang terpilih dari satu kampung, satu gereja, satu bahasa. Ini salah satu alasan masyarakat tidak setuju dengan hasil itu,” ucapnya.

Kata politikus Partai Gerindra itu, masyarakat menduga ada intervensi penguasa di daerah dalam proses seleksi hingga penetapan lima calon anggota KPU Yahukimo.

“Calon anggota KPU Yahukimo yang akan dilantik yakni, Yesaya Magayang,

Melinus Soo, Didimus Busup, Penas Bahabol, Andreas Silak. Yang ada dalam daftar tunggu yaitu Zeth Keroman, Abakuk Iksomon, Labat Mirin, Yosam Magayang, dan Elius Balingga,” ujarnya.

Natan berharap, setelah dilantik nantinya lima komisioner KPU Yahukimo dapat melaksanakan tugas dengan berpedoman pada aturan, jujur, transparan, dan independen. (Arjuna P/Redaksi)

 

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/02/01/penetapan-komisioner-kpu-yahukimo-dianggap-tidak-mewakili-empat-suku-besar/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz