Daerah

Warga Terserang Polio, Legislator: Dinkes Mesti Memastikan Penyebarannya

Metro Merauke – Sekretaris Komisi V DPR Papua, komisi bidang pendidikan dan kesehatan, Natan Pahabol berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Yahukimo memastikan penyebaran penyakit polio yang kini menyerang sejumlah warga di Distrik Dekai, ibu kota kabupaten itu.

Ia mengatakan, jika sudah ada warga di suatu wilayah yang teridentifikasi menderita polio, bukan tidak mungkin masyarakat di kampung dan distrik lain juga ada yang menderita penyakit serupa, hanya saja belum terpantau lantaran kondisi geografis Yahukimo begitu luas dengan yang akses sulit.

“Apalagi tenaga medis di Yahukimo minim. Dinkes Yahukimo mesti turun lapangan dan memastikan kondisi masyarakat di setiap kampung,” kata Natan Pahabol via teleponnya, Selasa (29/01).

Menurutnya, Dinkes harus memastikan penyebaran penyakit itu terjadi di daerah mana saja, dan melakukan pendataan, untuk memperoleh data pasti jumlah penderita, sehingga pihak terkait misalnya Pemprov Papua tidak kesulitan saat membantu penanganannya.

Kata legislator Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo dan Pegungan Bintang itu, jika penderita sudah sampai 10 orang, sudah dapat dikategorikan itu kasus luar biasa dan Dinkes kabupaten perlu mengambil sikap.

Jika fasilitas kurang memadai, perlu perhatian kementerian terkait, karena kondisi Yahukimo berbeda dengan kabupaten lain. Kondisi geografis Yahukimo yang luas tidak ditunjang fasilitas memadai dan minimnya tenaga medis.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Saya harap ada langkah kongkrit yang diambil,” ucapnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu ia baru kembali dari kampunya di Distrik Anggruk. Di sana ada tiga orang anak laki-laki usia 14 tahun yang kesulitan saat berjalan. Ia mencoba berkoordinasi dengan dokter, namun tidak dapat terhubung.

“Saat itu saya tidak terpikir kalau mereka mungkin kena polio. Nanti setelah ada informasi ini baru saya terpikir. Makanya tim Dinkes harus turun ke semua distrik untuk memastikan. Misalnya di Distrik Anggruk, Kurima, dan Ninia,” ujarnya. (Arjuna P/Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *