Serba-Serbi

Bank Papua Cabang Merauke  Dinilai Tak Berpihak Kepada OAP

Metro Merauke – Bank Papua Cabang Merauke dinilai tidak berpihak kepada oerang asli Papua (OAP) dalam penerimaan pegawai saat proses seleksi yang berlangsung beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Harry Ndiken, salah satu Intelektual Marind  ketika ditemui Metro Merauke Senin (21/1).

“Dari informasi yang saya dapatkan, proses penerimaan pegawai di Bank Papua Cabang Merauke, telah dilakukan. Sayangnya, tak ada satupun orang Marind diakomodir. Semuanya adalah orang non Papua,” katanya.

Dikatakan, proses rekrutmen yang dilakukan, tak mencerminkan keberpihakan kepada OAP.

“Saya yakin ada orang Papua mendaftar, namun dalam proses seleksi tak diterima. Tentunya ini menjadi bentuk kekecewaan kami sebagai  anak Marind,” ujarnya.

Dikatakan, kritik yang dilakukan ini, tak ingin mencari sensasi. Tetapi semata-mata agar Bank Papua maju serta mempunyai reputasi dan berpihak kepada anak asli Papua.

Seharusnya, lanjut Harry, pimpinan Bank Papua Cabang Merauke memiliki referensi berapa kuota yang perlu diberikan kepada anak-anak asli Papua. JIka kuotanya 10 orang, harusnya lima untuk OAP.

Dia menginginkan dan mengharapkan agar yang bekerja di Bank Papua adalah anak-anak asli.

“Kita lihat sekarang, apakah di Bank Papua Merauke yang mendominasi adalah OAP. Biarlah masyarakat memberikan penilaian sendiri,” katanya.

Kepala Bank Papua Cabang Merauke, Richard F Goszal  mengungkapkan kekecewaannya karena Harry Ndiken telah memposting tulisan di media sosial dan telah dibaca banyak orang.

“Kenapa harus begitu. Kan anaknya Pak Harry juga bekerja di Bank Papua Cabang Merauke,” ujarnya.

Dikatakan,proses rekrutmen penerimaan dilakukan secara terbuka dan transparan yang diumumkan melalui beberapa media cetak dan elekttronik termasuk RRI. Itu juga sesuai perintah dari managemen Bank Papua di Jayapura.

“Kami mengumumkan di RRI agar semua orang  di kampung-kampung dapat mendengar. Karena belum tentu mereka membaca berita di koran,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam proses penerimaan, Bank Papua menjaga independensi. Sehingga diberikan kepada pihak ketiga yakni konsultan. Jadi, pengiriman lamaran melalui email. Itu dengan tujuan juga agar  anak  Papua yang  berada di luar daerah, bisa ikut mendaftar sekaligus seleksi.

Lalu, lanjut dia, perekrutan bukan umum atau pegawai kontrak tertentu. Ini adalah penerimaan khusus  seperti tenaga analis maupun auditor yang memiliki kompetensi atau skil.

Dijelaskan, managemen juga tak menutup mata terhadap OAP. Sesuai komposisi penerimaan adalah 70 persen OAP dan sisanya baru non Papua.

Sejauh ini, katanya, proses rekrutmen masih berjalan dan belum dinyatakan final. Lalu jumlah yang diterima adalah 100 orang. Namun itu bukan  kuota untuk Bank Papua Cabang Merauke, tetapi secara keseluruhan.

“Kita belum tahu berapa orang yang nantinya akan ditempatkan di Bank Papua Cabang Merauke setelah dinyatakan lulus,” ujarnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *