Daerah

Padua dan Kontuar Jadi Distrik, Romanus: Saya Mekarkan Itu Tidak untuk Kepentingan Politik

Metro Merauke – Berbagai langkah dan terobosan dilakukan Mantan Bupati Merauke periode 2011-2015. Salah satunya adalah usulan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahyo Kumolo untuk  penambahan enam distrik baru.

Namun dari enam itu, dua diresponi dan disetujui Mendagri yakni Distrik Kontuar serta Distrik Padua. Lalu, direalisasikan juga ketika Romanus sudah tak menjabat lagi. Namun tetap tercatat dalam sejarah bahwa itu adalah ide briliannya.

Saat ditemui Metro Merauke Kamis (17/1), Romanus menjelaskan, Kabupaten Merauke memiliki luas sekitar 45.000 kilometer/segi.  Dengan luasan tersebut, sesungguhnya pengelolaan pemerintahan dari aspek ruang maupun distribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), sesungguhnya sudah ada.

“Melihat itu, ketika saya menjabat sebagai Bupati Merauke, ada enam usulan pemekaran tambahan distrik dari jumlah sebelumnya 20 distrik. Lalu, direalisasikan dua. Sehingga jumlah distrik kita akan bertambah menjadi 22 lagi. Kita harus berterimnakasih kepada Mendagri serta Gubernur Papua, Lukas Enembe,” katanya.

Dijelaskan, Kabupaten Merauke sangat luas dan persebaran penduduk dari satu kampung ke kampung lain, tidak merata. Ada yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, laut maupun udara.

Lebih lanjut Romanus yang  pasti bertarung kembali dalam Pilkada tahun 2020  menjelaskan, untuk di Pulau Kimaam, ketika orang ke pantai barat, sangat susah. Sehingga akan mempersulit pelayanan pemerintahan.

Selain itu, katanya, ada beberapa titik rawan dari aspek pemenuhan kebutuhan, khusus pangan. Biasanya, di bagian selatan Kimaam seperti musim sekarang, air pasang tinggi dan tanaman masyarakat terendam semua. Olehya, suka tidak suka, pemekaran distrik perlu dilakukan.

“Apa yang saya lakukan, bukan untuk kepentingan pribadi maupun politik. Tetapi bagaimana mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” katanya.

Dengan adanya pendekatan pelayanan pemerintah, diharapkan pembangunan terutama aspek pangan, ekonomi dan juga pendidikan, kssehatan  berjalan maksimal.

“Saya harapkan pelayanan dekat dan masyarakat merasa pemerintah semakin dekat pula dengan mereka.  Kedepan  Merauke harus dipersiapkan menjadi kota maju dan modern. Jadi, kalau boleh semua ruang di  daerah tertinggal, terisolir dan perpencil serta perbatasan, diibuat maju,” pintanya.

Ini harus dilakukan agar Merauke tidak tertinggal. Apalagi mempunyai beban moril karena merupakan kabupaten induk. Jangan sampai kabupaten pemekaran lebih maju.

“Jadi, saya mendorong pemekaran distrik, namun dilakukan pengkajian terlebih dahulu,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *