Persipura Butuh “Benteng” Tangguh dan “Predator” Kotak Penalti

Persipura Butuh “Benteng” Tangguh dan “Predator” Kotak Penalti

Mantan Pemain Persipura, Jack Komboy

Metro Merauke – Mantan pemain bertahan Persipura, Jack Kamasan Komboy mengatakan, pasukan “Mutiara Hitam” butuh pemain belakang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, untuk menjadi benteng tanggung di barisan belakang pada kompetisi musim ini.

Selain butuh tambahan pemain berkualitas di lini belakang menurut Jack, Persipura juga butuh “predator” kota penalti. Penyerangan yang memiliki naluri mencetak gol di atas rata-rata, untuk mendampingi kapten tim, Boaz Solossa di lini depan, dan pemain tengah (gelandang) sebagai pengatur ritmen permainan tim, dalam menyerang dan bertahan.

“Saya pikir itu. Persipura butuh pemain belakang, gelandang, dan satu penyerangan asing, yang memiliki kualitas di atas rata-rata,” kata Jack Komboy, Jumat (11/01).

Sebagai mantan pemain, Jack Komboy tak ingin tim yang pernah dibawanya menjuarai Kompetisi Liga Indonesia musim 2005 dan Liga Super Indonesia musim 2008/2009 itu, gagal mengulang sukses pasa musim-musim kompetisi mendatang.

Jack menilai, situasi tim Persipura kini mengkhawatirkan, karena manajemen belum menentukan siapa saja pemain yang akan dikontrak pada musim kompetisi 2019.

Semestinya sebelum masa kompetisi berakhir, manajemen bergerak cepat memagari pemain. Pemain segera diberi kepastian agar jangan seperti musim lalu, banyak pemain yang hengkang ke klub lain.

“Kalau hanya bicara lisan, kurang pasti. Mestinya kontrak pemain dibicarakan dulu dan minimal ada uang muka untuk pemain, sehingga mereka tak kemana-mana,” ujarnya.

Jika pemain hengkang ke klub lain lantaran belum ada kepastian dari manajemen, hal itu dinilai wajar karena terkait nasib pemain dan keluarganya, mengingat sepak bola kini adalah profesi.

“Kita semua berharap yang terbaik untuk Persipura. Sebagai mantan pemain, saya tidak mau Persipura selalu lemah di awal musim,” ucapnya.

Semua Pihak Perlu Memikirkan Nasib Persipura

Jack Komboy berharap, berbagai pihak dapat peduli terhadap Persipura, terutama Pemprov Papua karena Persipura bukan hanya tim kebanggaan masyarakat Kota Jayapura, tapi Papua.

Manajemen Persipura disarankan membuka ruang (berkomunikasi) dengan gubernur Papua, karena klub sepak bola di Papua belum dapat berharap banyak dari sponsor. Di Papua selama ini hanya PT Freeport Indonesia dan Bank Papua yang diharapkan dapat mensponsori klub sepak bola di Bumi Cenderawasih.

“Beda dengan tim-tim di Pulau Jawa. Jadi saya berharap gubernur melihat itu, agar bersama mencari solusi,” kata Jack Komboy.

Namun Jack tak sependapat jika ada aksi koin untuk Persipura. Meski itu merupakan inisiatif masyarakat dan pihak yang peduli Persipura, namun hal tersebut dianggap kurang tepat.

“Memang masyarakat punya kepedulian luar biasa, tapi manajemen juga punya tanggung jawab. Biarkan manajemen memainkan perannya. Kita berharap manajemen bergerak cepat,” ujarnya. (Arjuna P/Redaksi)