Terkait Masalah Tanah, Masyarakat Biak dan TNI akan Duduk Bersama

Anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Yonas Nusy

Metro Merauke – Anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Yonas Nusy mengatakan, dalam waktu dekat ia akan diundang ke Kabupaten Biak Numfor membicarakan terkait penyelesaian tanah di wilayah itu yang sudah lama digunakan TNI.

“Saya sudah sampaikan ke Panglima TNI. Kami akan fasilitasi penyelesaian ini. Pihak Kodam sudah terbuka, Danrem Biak juga siap membicarakan itu dengan baik,” kata Yonas Nusy, Selasa (08/01).

Menurut Nusy, nantinya kedua pihak akan sama-sama menunjukkan bukti atau dokumen kepemilikan tanah. Kalau memang tanah yang selama digunakan TNI sudah menjadi milik institusi tersebut, pihak itu akan munjukkan bukti dokumen tanah dan penggunannya sejak kapan.

Begitu juga masyarakat akan menunjukkan bukti kepemilikan tanah yang mereka nyatakan sebagai hak ulayatnya. Penyelesaian secara baik dinilai perlu dilakukan agar masyarakat tidak merasa ada monopoli tanah. “Komunikasi harus dibuka antara masyarakat dan TNI. Kami DPR Papua sebagai fasilitator. Kami akan komunikasikan dengan masyarakat adat dulu, kemudian kami bicara dengan pihak TNI sehingga kedua pihak dapat duduk bersama menunjukkan bukti masing-masing,” ucapnya.

Kata Nusy, pihaknya akan memastikan agar masyarakat tidak merasa tanah adatnya dirampas. Namun bagaimana masyarakat merasa dihargai dan kehadiran TNI dianggap memberikan rasa aman kepada rakyat.

“Danrem sudah menyatakan siap duduk bersama. Mungkin, 19 Januari mendatang saya sudah ke Biak. Kalau masalah tanah di Biak bisa diselesaikan, itu pintu masuk menyelesaikan sengketa tanah di wilayah lain di Papua,” ujarnya. (Arjuna P/Redaksi)

 

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://metromerauke.com/2019/01/08/terkait-masalah-tanah-masyarakat-biak-dan-tni-akan-duduk-bersama/
Twitter
YOUTUBE
PINTEREST
LINKEDIN
Instagram
Houzz