Masyarakat Perlu Ruang Berperan Aktif Dalam Forum Kemitraan Polisi 

Masyarakat Perlu Ruang Berperan Aktif Dalam Forum Kemitraan Polisi 

Anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Yonas Nusy

Metro Merauke – Anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Yonas Nusy mengatakan, forum kemitraan polisi masyarakat merupakan keputusan Kapolri no 3 tahun 2015 tentang Polisi Masyarakat.

Hal itu berkaitan bagaimana memberikan ruang kepada masyarakat untuk berperan aktif memproteksi dini berbagai kemungkinan di lingkungan masing-masing.

“Terkait apa yang didiskusikan selama ini akan peran masyarakat, perlu ada lembaga terstruktur, sehingga masyarakat tidak takut menyampaikan ketika ada sesuatu di lingkungannya, karena orang Papua ini takut saat akan menyampaikan sesuatu ke polisi dan TNI,” kata Yonas Nusy, Selasa (08/01).

Katanya, jika forum itu dibuat, diharapkan peran masyarakat lebih aktif mengutarakan situasi di lingkungannya. Forum itu juga perlu melibatkan pemuda dan remaja dimulai dari tingkat SMP. Dengan begitu, remaja sejak dini diajak berpikir dan berdiskusi mengenai lingkungan sekolahnya, serta bagaimana menciptakan rasa aman.

Namun menurutnya, dibutuhkan dukungan pemerintah agar forum tersebut dapat efektif, karena Ketika lembaga (forum) dibentuk independen, tentu ada pembiayaan.

“Dalam forum itu ada pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, pemuda. Ketika ada masalah di masyarakat tidak sampai ke ranah hukum. Harus ada solusi yang baik karena trauma masyarakat Papua yang berkepanjangan selama ini. Ini yang kami coba lakukan ke depan,” ujarnya.

Kata Nusy, ia telah menawarkan konsep tersebut ke Polda Papua, dan nantinya lembaga atau forum itu tetap di bawah kontrol kepolisian, namun tidak masuk dalam struktur Polri.

“Jadi itulah fungsi forum kemitraan masyarakat sesungguhnya. Bagaimana membuat semua masyarakat terlibat aktif. Kami komisi I sangat respons bagaimana cara merumuskan sesuatu yang dapat dipakai rakyat dan mengamankan stabilitas negara,” ucapnya. (Arjuna P/Redaksi)