Oknum Polisi Terlibat Penyerangan Pos Kulirik

Oknum Polisi Terlibat Penyerangan Pos Kulirik

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin

Metro Merauke – Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, ada oknum anggotanya berpangkat Brigadir Polisi, berinisial B terlibat penyerangan Pos Polisi di Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, 4 Januari 2014.

“Ada oknum anggota kami melanggar hukum. Mengapa saya bilang dia melanggar hukum dan saya pidanakan, karena ikut serta dalam penyerangan Pos Kulirik,” kata Irjen Pol Martuani Sormin saat refleksi akhir tahun di Mapolda Papua, Jumat (28/12) petang.

Akibat penyerangan itu menurutnya, Polri kehilangan delapan senjata api (senpi). Dua AK 47, satu moser, dan lima senpi jenis SS1 dibawa kabur kelompok penyerangan.

“Sekarang kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejati Papua,” ucapnya.

Katanya, dari indentifikasi yang dilakukan Polda Papua, rencana penyerangan dilakukan di salah satu rumah pejabat di wilayah itu.

“Waktu rapat penyerangan, dilaksanakan di salah satu rumah pejabat Puncak Jaya,” ucapnya.

Selain keterlibatan dalam penyerangan Pos Kulirik, ada juga oknum polisi di Kebupaten Kepulauan Yapen melakukan pelanggaran beberapa pekan lalu, yakni menembak seorang warga sipil.

“Sudah ditahan. Saya pastikan dia akan dipecat. Tidak ada alasan dia tidak ditindak,” ujarnya.

Namun di balik berbagai pelanggaran itu, jajaran Polda Papua juga menorehkan sejumlah prestasi. Di antaranya Polres Jayapura masuk dalam lima besar se-Indonesia dalam hal inovasi dengan program unggulan Rumah Masyarakat Papua Penuh Damai (RM Papeda).

“Saya akan terapkan di Polres di Papua, minus Polres yang ada di wilayah Pegunungan Tengah, karena di sana masih terkendala sinyal. Ini untuk memudahkan masyarakat dalam berintegrasi dengan kepolisian,” katanya. (Arjuna P/Redaksi)