Presentase Pastor Ansemus Meo Berbuah Manis, RPL Sesawi Merauke ‘Banjir’ Peralatan

Presentase Pastor Ansemus Meo Berbuah Manis, RPL Sesawi Merauke ‘Banjir’ Peralatan

Pimpinan RPL Sesawi Merauke, Pastor Ansemus Meo, SVD | LKF

Metro Merauke – Pimpinan Rumah Pangan Lestari (RPL) Sesawi Merauke, Pastor Anselmus Meo, SVD mengungkapkan, tahun 2017 silam, ia diundang Kementerian Desa (Kemendesa) Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI untuk menjadi pelopor nasional  kedaulatan pangan dan lingkungan hidup  yang diselenggarakan di Palangkaraya. Hal itu disampaikan Pastor Ansel kepada Metro Merauke Jumat (28/12).

“Saat di Palangkaraya, saya diberikan kesempatan melakukan presentase tentang berbagai potensi di Merauke,” ujarnya.

Salah satu potensi yang dipaparkan adalah hasil olahan seperti pakan ternak, dendeng maupun ikan yang selalu mewakili Merauke dalam pentas nasional.

Dijelaskan, hasil presentasi itu berbuah manis dan semua peralatan telah ada di tempat.Peralatan dimaksud untuk membantu petani, peternak maupun nelayan. Lalu, tak dijual hasil mentah lagi. Tetapi sudah dalam bentuk kemasan setelah diproduksi.

Jadi, lanjut pastor, ada empat paket peralatan didatangkan tim dari Universitas Pembangunan Veteran (UPN) Jawa Timur mulai dari peralatan pengolahan daging serta ikan sampai menghasilkan abon, bakso, burger serta sosis.

Berikutnya adalah peralatan pengolahan kelapa mulai dari alat pemecah tempurung, alat parut, mesin penghasil santan sampai kepada produksi minyak.

Peralatan lain, menurutnya, mesin produksi keripik pisang maupun buah-buahan. Lalu peralatan untuk pakan ternak. Ada beberapa unit mesin produksi pakan siap mengola daun-daun maupun batang pisang hingga nantinya keluar dalam bentuk bulir pakan.

“Kenapa sejumlah peralatan dimaksud didatangkan, karena daerah ini sangat menjanjikan. Dimana memiliki potensi untuk dikelola secara maksimal,” kata Pastor kelahiran Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Ditambahkan, saat ini, tim dari UPN sudah berada di Merauke sekaligus menyerahkan peralatan. Namun sebelumnya akan memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada perwakilan masyarakat dari sejumlah kampung di Distrik Naukenjerai.

“Nantinya akan dibangun tempat khusus untuk menampung semua peralatan di kota. Jadi, masyarakat yang memanen hasil alamnya, bisa datang sekaligus dapat diproduksi disini,” ujarnya. (LKF)

Peralatan yang didistribusikan oleh tim dari UPN Jawa Timur | LKF