Satu Jam Operasi Yustisi, 100 Lebih Warga Terjaring tak Miliki e-KTP

Satu Jam Operasi Yustisi, 100 Lebih Warga Terjaring tak Miliki e-KTP

Masyarakat yang terjaring saat operasi yustisi di Libra | LKF

Metro Merauke – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merauke diback up aparat TNI/Polri melaksanakan operasi yustisi, berupa pemeriksaan e-KTP kepada masyarakat,  yang difokuskan di seputaran Lingkaran Brawijaya (Libra).

Dalam operasi yustisi Kamis (6/12) dari pukul 08.30 WIT-09.30 WIT atau sekitar satu jam itu, kurang lebih 100  warga terjaring, lantaran tak memiliki e-KTP.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perda Satpol PP Kabupaten Merauke, Dicky Awerem menjelaskan, operasi yustisi ini, pertama kali dilakukan dan difokuskan di satu titik yakni Libra.

Dikatakan, pelaksanaan operasi yustisi, dilanjukan dengan sidang tindak pidana ringan (tipiiring) yang berlangsung di tempat. Dimana dihadirkan hakim maupun jaksa menyidangkan mereka yang terjaring.

Dijelaskan, dasar hukum operasi yustisi yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 21 Tahun 2011 tentang ketertiban umum.

Dalam pasal 49 ayat 5 disebutkan, setiap orang yang melakukan aktivitas di wilayah Kabupaten Merauke, wajib membawa kartu tanda penduduk.

“Jadi, setiap warga yang tak memiliki identitas diri berupa e-KTP diberikan sanksi dengan mengikuti sidang,” ungkapnya.

Dikatakan lagi, sesuai aturan Perda dimaksud, ancaman hukuman adalah tiga bulan penjara serta denda Rp 7,5 juta bagi yang tak memiliki e-KTP.

Namun, jelas dia, karena operasi baru pertama dilakukan, sehingga bagi yang tak memiliki e-KTP, disidangkan dan membayar denda sebesar Rp 31.000.

Ditambahkan, operasi akan terus berlanjut di waktu mendatang dan sasarannya adalah di rumah sewa, tempat hiburan malam serta sejumlah tempat lain. (LKF)