Tersambar Sayap Pesawat, Anggota Polisi Terluka

Tersambar Sayap Pesawat, Anggota Polisi Terluka

Korban Brigpol Jackson Ferdinandus saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Caritas, Kabupaten Mimika - Dok. Humas Polda Papua 

Metro Merauke – Seorang anggota polisi bernama Brigadir Polisi Jackson Ferdinandus mengalami luka sobek di bagian atas kepalanya lantaran tersambar sayap kanan pesawat Pelita Air seri C-GNWU (pesawat pengangkut BBM bersubsidi) di Bandara Aminggaru Omukia Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (01/12).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal mengatakan, sebelum kejadian korban bersama pelapor yang juga anggota Polri, Aipda Irwan usai melaksanakan pengamanan pemindahan BBM dari pesawat ke truk pengangkut.

Pesawat kemudian take off meninggalkan landasan bandara. Namun tiba-tiba pesawat kembali mengarah ke landasan dan melakukan manuver dengan cara terbang rendah sekira dua meter dari landasan. Ketika pilot pesawat bernama Matthew Michael Garnet (53) mencoba menaikkan pesawat sambil berbelok ke kanan, sayap sebelah kanan pesawat mengenai (menyambar) kepala korban.

“Akibatnya kepala bagian atas korban luka sobek,” kata Kombes Pol A.M. Kamal, Minggu (02/12).

Setelah kejadian korban dibawa ke Puskesmas Ilaga untuk mendapat perawatan medis. Namun karena lukanya cukup serius, korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pihak Pelita Air menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan,” ujarnya.

Sementara pilot pesawat yang merupakan warga negara Amerika, masih menjalani pemeriksaan dan dilarang meninggalkan Kabupaten Mimika selama pemeriksaan.

Menurutnya, 30 November 2018 pihak Airnav dan Perhubungan Udara Bandara Aminggaru telah memberitahukan kepada semua maskapai, untuk membuka operasional penerbangan di bandara pada pukul 07.00 WIT.

Namun Pesawat Pelita Air telah landing di Bandara Aminggaru pukul 06.15 WIT, dan take off pukul 06.41 WI, tanpa sepengetahuan pihak Airnav maupun Perhubungan Udara Bandara Aminggaru.

“Karena kelalaiannya, penyidik kepolisian menjerat pilot dengan pasal 359 KUHP,” ucapnya. (Arjuna P/Redaksi)