Final Flobamora Cup III, PS Lamaholot I Tumbangkan Sikka FC I

Final Flobamora Cup III, PS Lamaholot I Tumbangkan Sikka FC I

Kapten PS Lamaholot I, Eman kleden saat menerima piala dari Bupati Merauke, Frederikus Gebze | LKF

Metro Merauke – Stadion Mini Maro-Merauke menjadi saksi sejarah. Tribun bergetar. Teriakan histeris ratusan suporter Lamaholot tak terbendung.

Bunyi microfon terus menggema. Suara Hendrik bak seorang orator, ikut membakar suasana. Aksi goyang pun tak terhindarkan. Mereka terus memberikan yel-yel dukungan terhadap PS Lamaholot I  saat bertanding di final Flobamora Cup melawan Sikka FC I  Sabtu (24/11).

Aksi spontan dari suporter Lamaholot  di stadion Mini Maro Merauke | LKF

Diantara ratusan suporter, ikut bergabung Ketua Lamaholot, Paulus Peka Hayon dan Paulus Sina (wakil ketua) serta para sesepuh yakni Mikhael Pure, Basilius Redan Werang, Agustinus Gereda Tukan serta coordinator pemuda, Bruder Johny Kilok.

Dukungan suporter secara tidak langsung memberikan motivasi dan semangat kepada pemain PS Lamaholot I untuk berjibaku di tengah lapangan mengola bola bundar.

Pawai kemenangan PS Lamaholot I menuju Taman Mandala | LKF

Saling serang dua tim terus berlangsung. Namun hingga pertengahan babak pertama, belum ada yang menciptakan gol.

Melihat itu, Pelatih PS Lamaholot I, Aras kleden menarik keluar dua pemain yakni Kristo Kalangona serta  Yohanes. Lalu memasukan Ansel Lamabelawa dengan Jufen Ledjab.

Saat keduanya masuk, sentuhan bola Jufen yang memberikan umpan kepada Ansel Belawa, membuahkan gol. Kurang lebih satu menit, tercipta gol pada pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Sikka FC I berusaha untuk menyamakan kedudukan. Namun, rapatnya barisan belakang Lamaholot I,  membuat lawan kerepotan menjebol gawang yang dikawal Meky Muda.

Ini juga berkat solidnya tim yang ‘dikomandani’ kapten Eman Kleden. Sehingga kekompakan terus dibangun dalam lapangan hingga pertandingan berakhir.

Dengan demikian, PS Lamaholot keluar sebagai juara I dan memboyong piala bergilir serta piala tetap. Juga uang pembinaan senilai Rp 10 juta.

Bahkan, pelatih terbaik  jatuh ke tangan Aras Kleden. Juga pemain terbaiknya yakni Meky Muda. Keduanya mendapatkan uang masing-masing sebesar Rp 1 juta.

Kepada sejumlah wartawan Sabtu (24/11), Pelatih PS Lamaholot I, Aras kleden menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ketua Lamaholot bersama para sesepuh dan keluarga besar Lamaholot yang terus memberikan dukungan selama pertandingan berlangsung.

“Anak-anak bersemangat di lapangan, karena dukungan suporter Lamaholot yang terus menggema di tribun,” ujarnya.

“Hari ini kemenangan kami raih dan tidak sia-sia selama satu tahun, saya mempersiapkan pemain berlatih. Targetnya tahun depan, piala harus tetap ada di tangan PS Lamaholot,” ujarnya optimis.

Ketua Kerukunan Lamaholot Kabupaten Merauke menambahkan, setiap kali PS Lamaholot bermain, ia selalu mengingatkan untuk menampilkan pola permainan cantik di tengah lapangan.

“Soal kalah dan menang, jangan dipikirkan. Tetapi utamanya adalah mempertontonkan permainan,” ujarnya.

Rupanya, kata Hayon, nasehat yang disampaikan, didengar. Sehingga PS Lamaholot I masuk final dan keluar sebagai juara sekaligus membawa dua piala serta uang pembinaan. (LKF)