Puluhan Pelajar dan Mahasiswa Bamol ‘Serbu’ Kantor DPRD Merauke

Puluhan Pelajar dan Mahasiswa Bamol ‘Serbu’ Kantor DPRD Merauke

Pelajar dan mahasiswa Bamol yang membentangkan sejumlah spanduk di DPRD Merauke | LKF

Metro Merauke – Kurang lebih 25 pelajar dan mahasiswa dari Kampung Bamol, Distrik Tabonji melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke.

Dari pantauan Metro Merauke Kamis (22/11), kedatangan mereka menggunakan dua pick up dan langsung dikawal aparat Polres Merauke.

Mereka juga membentangkan sejumlah spanduk yang menyoroti tentang proses pemilihan kepala kampung yang tidak prosedural.

Kurang lebih satu stengah jam, mereka bergantian melakukan orasi. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya diperkenankan masuk berdialog bersama sejumlah anggota DPRD Merauke.

Idel Cambu, penasehat Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bamol kepada sejumlah wartawan mengatakan, aksi yang dilakukan, semata-mata karena ketidakpuasan setelah pelaksanaan pemilihan kampung tak sesuai aturan.

“Saya contohkan saja, beberapa tahapan pemilihan kepala kampung, tak dijalankan secara baik dan benar. Tiba-tiba saja dilangsungkan pemilihan. Ini kan aneh dan tak masuk akal,” tegasnya.

Beberapa persoalan dimaksud, akhirnya menimbulkan polemik berkepanjangan di kampung. “Kami minta pemerintah tidak tinggal diam.

Tetapi harus meresponi dengan cepat,” pintanya. Sesepuh masyarakat Bamol, Paschalis Imadawa menegaskan, pelaksanaan pemilihan kepala kampung, harus dilakukan secara serentak.

“Tidak dibenarkan jika pemilihan dilakukan bertahap. Karena tak ada aturan yang mengatakan seperti demikian,” tegasnya. (LKF)