Di Merauke 50 an Nakes Belum DIII

Di Merauke 50 an Nakes Belum DIII

Kepala Dinas Kesehatan, dr Adolf JY Bolang | Google/Suara Merauke

Metro Merauke – Kepala Dinas Kesehatan Merauke, Papua, dr Adolf JY Bolang menyebut, hingga 2018, sekitar 50 an tenaga kesehatan (Nakes) di daerah masih memiliki kualifikasi pendidikan setara Jenjang Pendidikan Menengah (JPM).

“Mereka wajib untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan ke Diploma III (DIII). Ini sudah sesuai ketentuan dari Kementerian Kesehatan,” katanya kepada Metro Merauke, Rabu (21/11).

Jika tidak meningkatkan kualifikasi DIII, kata Bolang, maka tenaga kesehatan baik perawat, bidan dan tenaga analis akan diberhentikan praktiknya baik yang mandiri maupun di rumah sakit.

“Program dilaksanakan melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sementara masih ada puluhan Nakes yang diikutkan dalam RPL secara bertahap,” ujarnya.

Sesuai ketentuan, katanya, program Kemenkes meningkatkan kompetensi dan kualifikasi Nakes DIII yang ditargetkan 2020 tercapai, merupakan hal yang baik. Tujuannya, pendidikan harus dapat menjawab kebutuhan dari pelayanan kesehatan.

Peningkatan kualifikasi pendidikan didasarkan pada UU nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan yang menetapkan kualifikasi minimum, yakni DIII kecuali tenaga medis.

Bila sampai 2020 Nakes tersebut belum memiliki kualifikasi pendidikan DIII, akan menjadi asisten Nakes dan tidak bisa melaksanakan praktik.

“Kalau ada tenaga kesehatan yang tidak mengikuti program ini, tentu akan menerima konsekwensi,” pungkasnya. (Nuryani)