PS Lamaholot I Melenggang ke Final Turnamen Flobamora Cup III

PS Lamaholot I Melenggang ke Final Turnamen Flobamora Cup III

PS Lamaholot I merayakan kemenangan setelah menaklukan Kelimutu FC II dan mendapat tiket menuju final | LKF

Metro Merauke – Aksi ‘kocak’ dipertontonkan ratusan  suporter Lamaholot di tribun, usai PS Lamaholot I menumbangkan Kelimuti II dalam pertandingan semifinal Flobamora Cup III yang berlangsung di Stadion Mini Maro-Merauke.

Aksi goyang suporter Lamaholot di tribun Stadion Mini Maro- Merauke | LKF

Mereka bergoyang ria bersama sebagai ungkapan kegembiraan setelah tim kebanggaannya, lolos dan siap berlaga dalam partai final yang akan berlangsung Sabtu tanggal 24 November 2018.

Suasana tampak heboh. Tribun-pun ikut bergetar, kala para pemain membaur bersama mereka sambil bergoyang.

Ketua Lamaholot, Paulus Peka Hayon bersama sejumlah sesepuh seperti Mikhael Pure, Basilius Redan Werang dan Agus Gereda Tukan ikut membaur bersama.

Pelatih PS Lamaholot I, Aras Kleden saat ditemui Metro Merauke Selasa (20/11) menyampaikan ucapan terimakasih kepada sesepuh serta orangtua yang hadir setiap saat, ketika PS Lamaholot bertanding. Dengan kehadiran orangtua, sebagai spirit bagi pemain untuk  berjuang di tengah lapangan.

Dalam laga semifinal hari ini, demikian Aras, PS Lamaholot bertanding melawan Kelimutu FC II.

“Memang kita sempat kecolongan, sehingga gawang harus jebol pertama,” ungkapnya.

Penjaga Gawang PS Lamaholot I, Meky Muda yang digendong pelatih bersama pemain usai adu pinalti | LKF

Dia mengakui, pemain belakang yang diturunkan adalah alternatif pilihan. Karena kaptennya, Novan mengalami cendera dan tak bisa bermain. Begitu juga bek kanan andalan PS Lamaholot I, Adri mendapatkan akumulasi kartu dan tak ikut bertanding lagi.

“Setelah kita kebobolan satu gol, anak-anak kembali bermain semangat dan disiplin di lapangan. Sehingga membuahkan hasil. Eksekusi bola dari pemain dengan nomor punggung tiga, Dody Ladjar, berhasil ‘merobek’ jala Kelimutu FC II,” ujar Aras yang sering dijuluki sebagai pelatih ‘bertangan’ dingin itu.

Memasuki babak kedua, Aras kembali meracik kembali kekuatan  dengan menurunkan beberapa pemain. Lalu, permainan menjadi hidup dan membuat kerepotan di lini pertahanan lawan. Namun demikian, hingga pluit panjang dibunyikan, skors masih tetap sama 1-1.

Oleh karena ini adalah partai penentu untuk masuk ke final, maka adu pinalti harus dilakukan.

“Ya, adu pinalti adalah suatu keberuntungan bagi PS Lamaholot I dan akhirnya  menang,” ujarnya.

PS Lamaholot, demikian Aras, memiliki kiper terbaik yang juga adalah kipper Persimer U-23, Meky Muda.

“Sehingga saya begitu percaya diri saat adu pinalti dan meyakini kita akan menang,” katanya optimis.

Terbukti, jelas pria yang murah senyum ini, tendangan pertama dan kedua dari Kelimuti FC II, dapat diselamatkan Meky.

“Lalu dari PS Lamaholot, mampu mencetak gol melalui kaki beberapa pemain. Sehingga skors berubah menjadi 5-2. Tendangan terakhir dari Yuven Ledjab, menghantar PS Lamaholot melenggang ke final,” ungkapnya.

Aras berpesan pemain tidak berpuas diri terlebih dahulu.

“Mari kita mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tim yang nantinya menang besok dalam pertandingan antara Sikka FC I melawan In Ebu I,” ujarnya. (LKF)