Bentangkan Kertas Saat Kedatangan Presiden Jokowi, Agus: Itu Sudah Saya Rencanakan

Bentangkan Kertas Saat Kedatangan Presiden Jokowi, Agus: Itu Sudah Saya Rencanakan

Salah seorang pemerhati lingkungan, Agustinus Mahuze (tengah) saat di Polres Merauke | LKF

Metro Merauke – Selembar kertas putih dengan tulisan SOS Our Earth, dibentangkan Agustinus Mahuze, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke yang juga adalah pegiat lingkungan hidup.

Tulisan SOS Our Eath yang diterjemahkannya dengan selamatkan jiwa kita, selamatkan bumi itu, dibentangkan di pertigaan Lepro, kala Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo bersama rombongan secara beriringan pada Jumat 16 November menuju ke Distrik Sota.

“Saya menulisnya dengan arang kayu. Bukan menggunakan spidol maupun bulpoint dan ditulis secara spontan dari rumah,” ujar Agustinus saat ditemui Metro Merauke Senin (19/11).

Ditegaskan, apa yang ditulisnya dan dibentangkan, murni untuk menyuarakan tentang masalah lingkungan. Tidak ada kepentingan politik dibawa.

“Kan kedatangan Presiden Jokowi di Merauke selain peresmian monumen Kapsul Waktu, juga akan mengikuti KTT APEC di Negara Papua Nugini. Sehingga dengan adanya tulisan dimaksud, diharapkan presiden dapat membawa sekaligus membahas di KTT,” ungkapnya.

“Harapan saya presiden membacanya sekaligus dapat menyampaikan berbagai isu berkaitan dengan pemanasan global  seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lain-lain dalam forum dimaksud,” katanya.

Dia mengaku, beberapa kali Presiden Jokowi datang di Merauke. Hanya saja rencana melakukan aksi tunggal, tak kesampaian.

“Baru kali ini direalisasikan, tepatnya di simpang Lepro,” ungkap dia.

Dijelaskan, begitu iring-iringan presiden melintas, kertas itu diambil dari sakunya sekaligus dibentangkan.

“Saya sempat melihat mobil yang ditumpangi rombongan, jalan perlahan-lahan dan mudah-mudahan presiden membaca,” katanya.

Setelah aksi tunggal  berhasil dilakukan, beberapa anggota TNI/Polri mendatanginya. Bahkan ditanyakan dari organisasi mana.

“Saya jelaskan bahwa apa yang dilakukan,  tak ada kepentingan politik. Tetapi semata-mata karena persoalan tentang lingkungan,” tegasnya.

Meski demikian, kepolisian sempat membawanya ke Polres Merauke dan dimintai keterangan. Namun setelah itu dipulangkan. Ditambahkan, apa yang dilakukan  tidak dalam kapasitas sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Merauke. (LKF)