Pengusaha Dikeroyok, Legislator Papua: Itu Tidak Dibenarkan

Pengusaha Dikeroyok, Legislator Papua: Itu Tidak Dibenarkan

Nikson Ondi Wafumilena (kanan) bersama kerabatnya saat bertemu Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long (kiri)

Metro Merauke – Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang pemerintah, hukum, dan HAM, Tan Wie Long mengatakan apa pun alasannya pengeroyokan oleh sejumlah oknum yang diduga staf di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua terhadap seorang pengusaha, Selasa (13/11), tidak dibenarkan.

“Kami minta kepolisian agar ada tindakan hukum terhadap pelaku karena apa pun alasan pengeroyokan tak dibenarkan,” kata Tan menerima pengaduan korban, Marthen Nikson Ondi Wafumilena, Kamis (15/11).

Namun ia mempertanyakan mengapa setelah korban melapor ke polisi, Polsek Jayapura Utara, Kota Jayapura tidak memberikan surat pengantar untuk kepentingan visum di rumah sakit, padahal hingga kini masih terlihat lebam di wajah korban.

Katanya, korban mesti mendapat perlindungan dan keadilan hukum. Proses hukum terhadap para terduga pelaku pengeroyokan harus berlanjut hingga tahap berikutnya, agar ada efek jera.

“Kalau benar pelaku adalah oknum pegawai dinas, itu disesalkan karena ASN adalah pelayanan masyarakat,” ucapnya.

“Makanya kami harap laporan korban dapat ditindaklanjuti kepolisian dan benar-benar memberikan keadilan hukum kepada korban.”

Kapolsek Jayapura Utara, AKP Robby Awek ketika dikonfirmasi Metro Merauke membenarkan adanya laporan polisi terkait kasus pengeroyokan tersebut.

“Laporannya ada, tapi masih dalam tahap penyelidikan. Masih tunggu hasil visum dari rumah sakit. Saat itu dia (korban) dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol,” kata AKP Robby Awek. (Arjuna P/Redaksi)