10 Penyakit Paling Aneh dan Langka di Dunia

10 Penyakit Paling Aneh dan Langka di Dunia

Metro Merauke – Ketika membicarakan tentang penyakit aneh, yang mungkin terdengar familiar adalah kaki gajah atau Zika. Namun, beberapa yang ada daftar ini sangat langka sehingga Anda mungkin sama sekali tidak pernah dengar sebelumnya. Bahkan, mayoritas penyakit ini tidak memiliki pilihan pengobatan dan masih membuat bingung para dokter di seluruh dunia

1. Persistent sexual arousal syndrome: terangsang tanpa henti
Gairah dan detik-detik menuju klimaks biasanya hanya akan Anda rasakan selama berhubungan seks atau masturbasi. Namun, segelintir orang bisa hampir setiap saat berada di ambang orgasme selama beraktivitas harian. Misalnya saat menyebrang jalan atau bahkan sedang menunggu bus umum. Padahal. mereka tidak mengalami atau menerima rangsangan seksual sedikit pun.

Kondisi terangsang terus-terusan tanpa henti ini disebut dengan Persistent Sexual Arousal Syndrome (PSAS). PSAS bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau orientasi seksual. Namun, penyebabnya belum diketahui sampai saat ini.

Sejumlah ilmuwan percaya bahwa hipersensitivitas saraf pada organ genital bisa jadi salah satu penyebabnya. Yang lain menduga bahwa penyempitan pembuluh darah vena pada panggul hingga gangguan hormon adalah penyebabnya.

2. Exploding head syndrome: “ledakan bom” dalam kepala
Sebuah suara keras membangunkan Anda di malam hari atau mengejutkan Anda hingga terlonjak begitu Anda tertidur? Padahal setelah lirik kanan-kiri, tidak ada satu hal pun yang menyebabkan kebisingan. Suara keras itu datang dari dalam kepala Anda.

Exploding Head Syndrome terdengar seperti skenario dari film horor, tapi ini sebenarnya kondisi medis serius yang mempengaruhi ribuan orang di seluruh dunia. Gejala penyakit ini adalah tidur yang terganggu dengan kilatan cahaya terang, sesak napas, peningkatan denyut jantung, disertai suara yang terdengar seperti sebuah bom meledak, tembakan pistol, benturan simbal, atau versi lain dari suara keras dalam kepala seseorang ketika mencoba untuk tidur. Tidak ada gejala sakit, bengkak atau masalah fisik lainnya.

Saat kepala “meledak”, situasi tersebut biasanya digambarkan sebagai proses shutdown otak, mirip dengan komputer yang mati. Ketika otak pergi tidur, otak akan “mati” secara bertahap, mulai dari aspek motorik, pendengaran, dan saraf, yang disusul dengan visual — tapi kemudian ada sesuatu yang salah dalam runutan proses tersebut. Sayangnya, obat yang tersedia saat ini hanya mampu untuk mengecilkan volume ledakan tersebut tapi tidak benar-benar menghentikan suaranya.

3. Progeria: umur 5 tahun, tampak seperti 80 tahun
Umumnya, gejala penuaan akan mulai tampak di usia paruh baya. Namun bagi anak-anak yang mengidap Progeria atau Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome 3, penampilan fisik mereka bahkan sudah tampak seperti lansia berumur 80 tahun meski usia sebenarnya belum menginjak dua tahun. Mereka memiliki mata menonjol, hidung tipis dengan ujung berparuh, bibir tipis, dagu kecil, dan telinga mencuat. Progeria disebabkan oleh kecacatan genetik.

Meskipun secara mental mereka memang benar masih di bawah umur, fisik anak pengidap progreria secara fisik akan bertambah tua layaknya orang-orang lanjut usia. Mulai dari rambut yang rontok dan menipis, beruban, kulit kendur dan keriput di sana-sini, menderita nyeri sendi, hingga pengeroposan tulang.

Progreria adalah kondisi langka yang mengancam jiwa. Hanya ada 48 anak di seluruh dunia yang berhasil tumbuh dewasa dengan kondisi ini Rata-rata, anak yang terlahir mengidap progeria tidak akan bertahan hidup melewati usia 13 tahun. Namun, ada sebuah keluarga yang memiliki lima anak dengan penyakit aneh ini.

Progeria mematikan karena banyak dari anak-anak ini juga mengembangkan penyakit yang biasanya terkait dengan usia lanjut, seperti penyakit jantung dan arthritis. Mereka mengalami pengerasan arteri akut (arteriosclerosis) yang dimulai pada masa kanak-kanak, yang memicu serangan jantung atau stroke pada usia amat belia.

4. Stone Man’s disease: tumbuh tulang baru di dalam tubuh
Secara medis dikenal sebagai Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP), Stone Man’s disease adalah salah satu kondisi genetik yang paling langka, paling menyakitkan, dan paling melumpuhkan. Stone Man’s disease menyebabkan muncul pertumbuhan tulang baru menggantikan otot, tendon, ligamen, dan jaringan ikat lainnya yang seharusnya tidak ditumbuhi tulang.

Penyakit aneh ini disebabkan oleh mutasi genetik pada sistem imun tubuh untuk memperbaiki cedera. Setelah cedera, tulang-tulang baru akan berkembang di seluruh sendi sehingga membatasi gerakan dan membentuk kerangka kedua. Kondisi ini membuat pengidapnya bak patung manekin hidup yag bergerak kaku. Trauma dan cedera sekecil apapun, bahkan bekas suntikan, dapat menyebabkan tulang untuk mulai tumbuh.

Sayangnya, tidak ada pengobatan efektif untuk kondisi ini selain minum obat pereda nyeri umum. FOP terjadi pada satu dari dua juta orang, tapi hanya ada 800 kasus yang resmi tercatat di dunia.

5. Xeroderma Pigmentosum: vampir di dunia nyata
Manusia membutuhkan sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D, tapi sekitar 1 dari 1 juta orang yang memiliki xeroderma pigmentosum (XP) dan sangat sensitif terhadap sinar UV. Mereka harus benar-benar terlindungi dari sinar matahari, atau akan mengalami sunburn ekstrem dan kerusakan kulit parah.

Xeroderma pigmentosum (XP) adalah satu subjenis dari gangguan yang dikenal sebagai porfiria. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi enzim langka yang menyebabkan kulit tidak bisa memulihkan dirinya sendiri begitu rusak akibat terpapar radiasi sinar UV.

Gejala biasanya pertama kali muncul pada anak usia dini, ditandai dengan kulit melepuh terbakar parah setelah hanya beberapa menit terkena paparan. Mata juga menjadi merah, kabur, dan teriritasi dari paparan UV.

Orang-orang pengidap XP berisiko sangat tinggi untuk terkena kanker kulit. Hampir setengah dari semua anak yang memiliki XP akan terserang kanker kulit jenis tertentu pada usia 10 tahun. Diperkirakan bahwa hanya satu dari 250.000 orang di Eropa dan Amerika Serikat yang memiliki XP. Meskipun ada beberapa perawatan yang tersedia, pencegahan terbaik dari kerusakan kulit parah hanyalah tinggal di kegelapan dan menjauhi diri dari sinar matahari, seperti vampir.

6. Cotard’s delusion: zombie di dunia nyata
Cotard’s delusion alias Sindrom Mayat Berjalan (Walking Corpse Syndrome) adalah gangguan mental langka di mana seseorang meyakini sepenuh hati bahwa ia adalah zombie. Mereka yakin mereka sudah mati tapi setengah hidup karena alasan yang tidak masuk akal jika kita mendengarnya. Misalnya, ia merasa semua darah dalam tubuhnya dikuras habis, rohnya diambil oleh setan, atau semua organ tubuhnya sudah dipreteli.

Beberapa orang yang mengidap sindrom ini juga mungkin mengklaim bahwa ia dapat mencium dagingnya sendiri telah membusuk atau merasakan belatung merayap di kulitnya. Beberapa lainnya percaya bahwa mereka tidak bisa mati (karena memang sudah mati, menurut mereka).

Penderita cenderung untuk tidak makan atau mandi, dan sering menghabiskan waktu di kuburan dengan alasan ingin berbaur dengan “kaum” mereka sendiri.

Kondisi ini paling umum di antara penderita skizofrenia dan orang-orang yang pernah menderita trauma kepala berat. Orang-orang yang kekurangan tidur kronis atau menderita psikosis setelah pemakaian amphetamine atau kokain juga sering menunjukkan gejala-gejala sindrom Cotard.

Cotard’s delusion diduga muncul akibat adanya gangguan di area otak yang bertanggung jawab untuk mengenali dan menghubungkan emosi dengan wajah, termasuk wajah mereka sendiri. Hal ini menyebabkan pengidap mengalami disosiasi ketika melihat tubuh mereka.

7. Alien Hand: Tangan memiliki kehidupan sendiri
Sindrom Tangan Alien adalah penyakit aneh yang membuat si empunya tubuh sama sekali tidak bisa mengnendalikan gerak-gerik tangannya sendiri. Seolah kedua tangannya memiliki nyawa dan jalan pikiran yang terpisah dari tubuh induknya.

Para peneliti percaya bahwa ini adalah efek samping dari operasi otak atau pemisahan fungsi area lobus otak. Mereka menemukan bahwa otak kiri dan kanan pengidapnya mampu bergerak sendiri-sendiri atas kemauan independen. Kadang, sindrom ini bisa timbul sebagai efek samping yang jarang terjadi akibat cedera otak.

Sindrom Tangan Alien tidak ada obatnya, tapi memberikan sesuatu untuk selalu digenggam tangan cukup untuk membuatnya berhenti bergerak sementara waktu. Sebuah studi terbitan jurnal Neurologist melaporkan suntik Botox dapat membantu mengelola sindrom ini.

8. Riley-Day Syndrome: manusia super kebal rasa sakit
Riley-Day syndrome, dikenal sebagai Familial dysautonomia atau hereditary sensory neuropathy type 1 (HSN), adalah kondisi mutasi genetik turunan langka yang mempengaruhi sistem saraf otonom penghubung otak dan sumsum tulang belakang pada otot dan sel yang mendeteksi sensasi penginderaan, seperti sentuhan, bau, dan rasa sakit. Kemampuan untuk merasakan nyeri dan suhu sangat terganggu, terkadang hingga ke titik di mana individu tersebut benar-benar tidak mengalami rasa sakit sama sekali.

Untuk benar-benar menunjukkan tanda-tanda memiliki kondisi, bagaimanapun, gen yang relevan harus diturunkan oleh kedua pihak orang tua. Kondisi ini juga disertai oleh sering muntah-muntah dan kesulitan menelan.

Karena HSN menyebabkan hilangnya sensasi nyeri, bukan barang baru lagi bagi penderitanya untuk menderita patah tulang acak dan bahkan nekrosis, yang menghasilkan kematian jaringan tubuh. Orang dengan HSN bahkan bisa memutuskan anggota badan mereka atau menggigit lidah mereka tanpa merasakan sedikit pun rasa sakit. Insensitivitas terhadap rasa sakit dan nyeri dapat mengancam jiwa dalam banyak situasi, dan karena cedera dan luka mungkin terus dibiarkan tanpa diobati, bisul dan infeksi adalah efek samping yang umum.

9. Foreign Accent Syndrome: tiba-tiba lancar seribu bahasa
Aksen dapat mengungkapkan banyak informasi tentang asal muasal seseorang, dan banyak orang yang telah mencoba berbicara bahasa asing selain bahasa ibu mereka sendiri. Namun, beberapa orang dapat mengembangkan suatu kondisi yang menyebabkan mereka tiba-tiba fasih berbahasa asing dan tidak terkendali, bahkan jika mereka tidak pernah mempelajari atau mengunjungi daerah asal bahasa itu sebelumnya. Seringkali, beberapa jenis aksen berbeda dapat “keluar” di waktu yang berbeda, atau dapat tercampur aduk dalam satu waktu.

Individu yang mengidap kondisi ini tidak hanya mengubah aksen dan nada suara mereka, namun juga mengubah penempatan lidah saat berbicara. Penyakit aneh nan langka ini biasanya muncul sebagai efek samping setelah stroke, migrain parah, atau cedera otak lainnya. Satu-satunya pengobatan yang tersedia untuk kondisi ini adalah terapi wicara ekstensif untuk melatih otak berbicara dengan cara tertentu.

10. Hypertrichosis: manusia serigala
Satu lagi tema film horor yang “menginspirasi” deskripsi dari penyakit langka ini. Dikenal sebagai cognital hypertrichosis lanuginose, mereka yang lahir dengan kondisi bawaan ini memiliki pertumbuhan rambut terlalu cepat dan banyak akibat mutasi genetik, sehingga menutupi tubuh, termasuk wajah. Inilah alasan mengapa hypertrichosis juga umum disebut sebagai sindrom “manusia serigala” — tanpa gigi taring dan cakar tajam menyeramkan.

Kondisi ini juga dapat diakibatkan oleh efek samping dari pengobatan anti-botak, meskipun beberapa kasus lainnya terjadi tanpa sebab yang diketahui. Pilihan pengobatan termasuk metode hair removal umum, meskipun bahkan waxing dan perawatan laser biasa tidak memberikan hasil yang tahan lama. (Sumber: https://hellosehat.com)