SD YPPK St Mikael Dipalang, Seluruh Siswa Dipulangkan

SD YPPK St Mikael Dipalang, Seluruh Siswa Dipulangkan

Pegar sekolah digembok. Ilustrasi (Sumber: Serambi Indonesia - Tribunnews.com)

Metro Merauke – Sekolah Dasar YPPK St.Mikael Merauke, Papua dipalang warga yang mengklaim sebagai pemilik tanah ulayat. Pemalangan dilakukan dengan memasang janur di pagar sekolah, Sabtu (27/10).

Akibat pemalangan itu, ratusan siswa akhirnya dipulangkan sembari pihak terkait melakukan negosiasi.

“Kami tidak mau siswa melihat keadaan seperti ini, sehingga langsung kami pulangkan,” kata Kepala Sekolah, SD YPPK St Mikael, Sr Sarmauli Siallagan.

Ia menjelaskan, permasalahan tanah yang digunakan untuk membangun sarana pendidikan, SD YPPK St Mikael telah memiliki sertifikat.

“Setau kami tanah yang digunakan jelas asal usulnya dan telah memiliki surat-surat. Namun bila masih ada yang mempersoalkan baiknya langsung ke Keuskupan,” ujarnya.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung telah memfasilitasi pertemuan antara pemilik tanah, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dengan pemerintah untuk mencari jalan keluarnya.

Kapolres Bahara menegaskan, permasalahan tanah ulayat tidak boleh sampai menghambat proses belajar mengajar.

“Intinya adalah pertemuan hari ini untuk menemukan solusinya. Sudah disepakati akan dilakukan pertemuan bersama beberapa hari ke depan,” tukasnya. (Nuryani)