Pendidikan di Merauke Hancur, Dominikus Ultimatum BKD Stop Urus Mutasi Guru

Pendidikan di Merauke Hancur, Dominikus Ultimatum BKD Stop Urus Mutasi Guru

Ilustrasi anak sekolah di Merauke, Papua. (Sumber: Elshinta.com)

Metro Merauke – Salah seorang Pemerhati Pendidikan di Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan mengkritisi karut-marut dunia pendidikan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di daerah pedalaman.

“Saya mau jujur bicara bahwa pendidikan di Kabupaten Merauke sedang ‘sakit’ berat. Bagaimana tidak, para guru tidak pernah berada di tempat tugas. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kota,” ungkap Dominikus saat hearing bersama Pansus Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke Selasa (9/10).

Lebih mengherankan lagi, demikian Dominikus, mereka  tidak pernah bertugas, tetapi gaji diambil tiap bulan. Bahkan, diam-diam telah dipindahkan ke tempat lain. Lalu yang melakukan mutasi adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat.

“Saya ingatkan bahwa BKD tak mempunyai kewenangan mengurus mutasi guru. Itu adalah tupoksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke,” tegasnya.

Dominikus juga mengaku, dari informasi yang didapatkan, ada suami isteri guru, namun ditempatkan di kampung berbeda.

“Apakah ini wajar. Saya minta  dilakukan evaluasi kembali,” pintanya.

Hal serupa disampaikan Ketua Pansus Pendidikan DPRD Kabupaten Merauke, Heribertus Silubun. “Mutasi guru tak boleh dilakukan BKD. Harus dikembalikan ke dinas pendidikan yang empunya punya pegawai,” saran dia.

“Ya, saya minta dikembalikan ke dinas pendidikan agar menghindari jangan sampai suami-isteri ditugaskan di tempat berbeda,” ujarnya. (LKF)

One Comment

  1. Sekedar curhat bosku….! Salah satu contoh lg! Di SD Inpres bupul 6 kam.belbeland distrik ulilin ! Setiap sehabis lubur semester atau kenaikan kelas masa gurunya yg ada cuma 1 orang saja yg hadir…..yg laen biasa nambah2 libur! Kadang sampai 1minggu, 2 minggu bahkan bulan….! Yg lebih tragis absen mereka senen kemis….! Sekedar masukan buat inspektorat coba tlg priksa lebih teluti…..jangan tanyakan guru2 tersebut….karena bisa merekayasa…..coba tanya masyarakat atau murid atau orangtua murid …..mereka pasti menjawab apa adanya….dan jujur

    Reply