Ketika TNI Menjadi Guru

Ketika TNI Menjadi Guru

Prajurit TNI menjadi guru. Foto Ilustrasi. (Sumber: Kitong Cinta Papua)

Metro Merauke – Puluhan anak membaur dalam salah satu ruangan kelas. Umumnya mereka tak mengenakan pakaian seragam sekolah, kala proses belajar mengajar sedang berlangsung.

Tatapan mata mereka tertuju di depan kelas. Satu per satu mengikuti dengan seksama materi wawasan kebangsaan maupun cara merangkai kalimat yang baik sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD).

Adalah murid-murid sekolah dasar (SD) di Kampung Bifo, Distrik Passue Bawah, Kabupaten Mappi. Dengan semangat inggi, merekapun dengan seksama mengikuti proses belajar mengajar yang diberikan prajurit TNI.

Anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 1707 Merauke, Serda M Imron melalui rilis yang diterima Metro Merauke Kamis (25/10) mengungkapkan, proses belajar mengajar yang dilangsungkan, tidak lain merupakan salah satu kegiatan non fisik.

Dikatakan, materi yang diberikan tidak lain tentang wawasan kebangsaan. Juga cara merangkai kalimat yang benar.

“Kalau ada murid berani maju ke depan dan mengucapkan kalimat dengan baik dan benar, diberikan hadiah berupa buku tulis,” katanya.

Diharapkan dengan proses belajar mengajar yang diberikan kepada anak-anak di SD Bifo,  sekaligus membantu Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mappi.

“Tentunya kita berharap agar anak-anak menjadi lebih cerdas lagi di waktu mendatang,” ujarnya.

Salah seorang murid SD Bifo, Tagi yang mendapatkan hadiah buku tulis, mengaku senang dengan metode mengajar yang diberikan TNI.

“Selain ramah dalam mengajar, TNI juga memberikan pemahaman secara baik dan benar kepada kami tentang menulis sesuai Bahasa Indonesia yang tepat,” katanya. (LKF)