Masyarakat di Kampung-kampung Distrik Ngguti Hanya Berharap Dana Desa

Masyarakat di Kampung-kampung Distrik Ngguti Hanya Berharap Dana Desa

Pdt. Oktavianus Kaize | LKF

Metro Merauke – Sulitnya akses transportasi darat antar kota dan distrik sampai kampung-kampung, mengakibatkan masyarakat di Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, hanya mengharapkan adanya pencairan dana desa.

Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia yang bertugas di Distrik Ngguti, Pdt. Oktavianus Kaize kepada Metro Merauke pekan lalu di Okaba mengatakan, secara umum kehidupan masyarakat setempat adalah meramu.

Dimana, mereka hanya mengandalkan hasil alam menyambung hidupnya. Untuk sumber  pendapatan  menopang ekonomi keluarga mereka, lanjut pendeta, boleh dikatakan tidak menentu. Umumnya masyarakat di kampung-kampung, hanya mengharapkan adanya pencairan dana desa.

“Kalau ada dana dikucurkan, masyarakat bisa bekerja sekaligus mendapatkan upah berupa uang membeli sejumlah kebutuhan pokok,” katanya.

Dijelaskan, jika dana desa terlambat dicairkan, masyarakat menderita, karena tak ada uang yang bisa didapatkan.

Sebenarnya, jelas pendeta, masyarakat memiliki potensi seperti gambir maupun ikan serta daging. Hanya saja, sulitnya transportasi darat yang dapat dijangkau antar kampung, distrik maupun kota.

“Bagaimana mungkin kendaraan bisa masuk ke kampung mengambil hasil alam masyarakat, sementara kondisi jalan rusak parah dan sulit dilalui kendaraan,” ungkapnya.

Ditambahkan, hampir setiap hari ia melakukan pelayanan dari satu kampung ke kampung lain dan mengetahui akan kehidupan masyarakat. (LKF)