Akibat Salah Paham, Kericuhan Terjadi di Lapas Merauke

Akibat Salah Paham, Kericuhan Terjadi di Lapas Merauke

Suasana di Lapas Merauke pasca keributan petugas bersama narapidana | LKF

Metro Merauke – Kericuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merauke semalam. Dua pegawai Lapas mengalami luka, setelah dianiaya enam narapidana yang diduga dalam keadaan mabuk.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung kepada sejumlah wartawan, Kamis (18/10) membenarkan kejadian tersebut.

“Memang ada insiden dan mengakibatkan dua petugas Lapas mengalami luka ringan dan harus dibawa ke rumah sakit untuk diobati,” ungkapnya.

Insiden itu, katanya, akibat salah paham antara napi dengan petugas. Awalnya, mereka meminta kelonggaran agar bisa keluar pagi  ke rumah dan sore baru pulang.

Namun, demikian Kapolres, permintaan mereka tak dikabulkan dan  ingin bertemu langsung  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Merauke, Abdul Khalik.

Hanya saja, menurutnya, kondisi tak memungkinkan. Lagi pula Kalapas sedang ada urusan lain. Dari situ, keenam napi mulai melakukan aksi protes.

“Betul ada senjata tajam dibawa dan rupanya mereka dipengaruhi minuman keras. Sehingga melakukan tindakan main hakim sendiri menganiaya kedua petugas,” katanya.

Ditegaskan, saat ini situasi sudah aman kembali dan nantinya akan ada MoU bersama antara Lapas dan Polres untuk pengamanan di waktu mendatang.

Kalapas Merauke, Abdul Khalik membenarkan keenam napi sedang dalam keadaan mabuk. “Nah, saya sedang menelusuri dari mana miras di dapatkan,” ujarnya.

Ditanya jangan sampai adanya keterlibatan petugas memuluskan miras masuk ke dalam, Kalapas mengaku, pihaknya harus mendalami terlebih dahulu.

Tetapi, tegas dia, jika ada keterlibatan petugas, akan diberikan tindakan tegas. “Berikan waktu kepada saya melakukan pengusutan lebih lanjut,” pintanya. (LKF)